Kecelakaan, 2 Aktivis PMII Tewas Terseret Mobil

10/10/10
Mojokerto.web.id - Kecelakaan, 2 Aktivis PMII Tewas Terseret Mobil. Diduga gara-gara jalanan licin seusai diguyur hujan, sepeda motor yang dinaiki dua mahasiswa selip, kemudian terlindas truk di Jalan Raya By Pass Kota Mojokerto, Sabtu (9/10) malam. Kedua mahasiswa ini tewas. Mereka diduga sempat terseret ban truk sejauh sekitar 80 meter.

Hujan yang turun di Mojokerto sejak sore hari membuat jalanan menjadi licin. Petang itu, sekitar pukul 19.00 WIB, Hadi Rahmat, 23, mahasiswa Universitas Bhayangkara Surabaya yang berasal dari Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, dan Sri Wahyuningsih, 24, mahasiswa Fakultas Agama Islam, Universitas Darul Ulum Jombang, yang berasal dari Tuban, hendak melaju menuju Mojokerto.

Mereka akan menjadi nara sumber dalam Pelatihan Kader Dasar yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mojokerto. Selain tercatat sebagai mahasiswa Undar, Sri Wahyuningsih juga aktivis PMII Jawa Timur. Ia merupakan salah satu pengurus Koordinator Wilayah Bidang Perempuan.

Ketika memasuki wilayah Kelurahan Gunung Gedangan, Kota Mojokerto, diduga motor Supra X warna Merah dengan peleg bintang bernopol L 6707 NG yang dikendarai Hadi selip. Lalu, keduanya terjatuh dan terlindas ban truk gandeng yang sedang mengangkut pupuk. Tubuh keduanya sempat terseret truk bernopol L 8326 UF.

Kecelakaan ini baru diketahui tatkala truk gandeng hendak mengisi angin ban di bengkel yang jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Saat hendak mengganti ban itulah Slamet Riyono, 37, tukang ban, melihat ada bercak darah di ban kiri truk. Slamet pun memberitahu sopir, Nawawi, 40. Melihat ada bercak darah itu, Nawawi pun terkejut. Karena ketakutan, lantas ia pun mengurungkan niatnya untuk menambah angin pada bannya.

Melarikan Diri

Ia hendak melarikan diri namun polisi dari Satlantas Polres Mojokerto Kota mengejar truk ini saat hendak tiba di pos polisi Kenanten. Polisi bersama beberapa warga berupaya mencari tubuh korban. Tak jauh dari bengkel ban itu, dua tubuh mahasiswa ini ditemukan. Kondisi keduanya mengenaskan. Diduga, selain terlindas ban truk gandeng, tubuh keduanya juga sempat terseret sejauh sekitar 80 meter.

Kedua tubuh korban ini pun dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Soediro Husodo. Sementara, sopir truk, Nawawi, diperiksa intensif di kantor polisi meskipun Nawawi mengaku tak merasa metabrak maupun melindas kedua mahasiswa ini.

Ulil Abshor, salah satu pengurus PMII Komisariat Raden Wijaya Mojokerto, mengatakan, sebelum kejadian dia sempat mengirim SMS kepada mereka. “Saya menanyakan jam berapa mereka sampai di Mojokerto,” ujar Ulil Abshor.

Sekitar satu jam setelah SMS terkirim, Ulil kembali menghubungi keduanya, namun ponsel Sri Wahyuningsih tak diangkat. Ia pun kembali menghubungi, ternyata diangkat oleh orang lain yang mengatakan bahwa pemilik ponsel mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. (surya)
Bookmark and Share

Tulisan Terkait Lainnya



0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !

 
 
 

Arsip

 
Copyright © Mojokerto.web.id Oleh Cak Rohman