Mojokerto.web.id - Alun-Alun Kota Mojokerto Tak Ideal. Tata ruang dan taman Kota Mojokerto kembali disorot kalangan DPRD Kota Mojokerto. Meski terbilang kota tua, hingga saat ini penataan alun-alun sebagai pusat kota belum ideal. Terutama pada malam hari. Menjamurnya PKL liar dan tenda-tenda dengan fasiltas karaoke menambah kesemrawutan dan kebisingan.
Atas hal itu, dewan meminta pemkot benar-benar serius dalam mengembangkan keindahan dan kenyamanan alun-alun di Jalan Veteran itu. ''Dari dulu kondisi alun-alun kita seperti itu, tidak ada perubahan sama sekali. Justru yang ada suara bising dan semrawut mewarnai taman kota," ungkap Ketua DPRD Kota Mojokerto, Mulyadi kemarin.
Memang , selama ini alun-alun menjadi salah satu objek wisata murah yang menjadi jujugan masyarakat melepas lelah. Khususnya pada malam hari. Tidak hanya kalangan remaja, mereka yang memilih alun-alun sebagai tempat berlibur, cangkrukan dengan menikmati makanan dan minumam (mamin) pada malam hari, juga didominasi anak-anak.
Sebab, selain banyak PKL yang menjual segala jenis mamin, taman kota dan tempat bermain anak-anak juga disediakan. Sayang, menjamurnya PKL menggunakan tenda yang menyediakan fasilitas karaoke terkesan menambah semrawutnya penataan jantung kota.
Disamping itu, keberadaan taman bermain anak-anak yang dipungut biaya masuk Rp 500 per orang juga menambah ketidak seriusan pemkot dalam menyediakan taman bermain gratis yang aman dan nyaman ''Semestinya PKL di sana bisa ditata dengan baik jika pemkot serius menangani. Tidak sekedar janji-janji tapi harus direalisasikan,'' terang Mulyadi.
Bila dibandingkan dengan alun-alun daerah lain, keindahan dan kenyamanan jauh ketinggalan. Daerah lain seperti Jember, Tulungagung dan Madiun belakangan mengeluarkan anggaran besar-besaran untuk perawatan dan perbaikan tata kota, Kota Mojokerto justru berjalan stagnan. Dengan demikian, untuk mengetahui kondisi sebenarnya, Mulyadi menyatakan, bakal menggelar inspeksi mendadak (sidak) pada malam hari. ''Bila perlu eksekutif dan legislatif sinergis membentuk tim guna menyelesaikan masalah alun-alun ini. Baik dari sisi penataan, pembangunan hingga keindahan. Sehingga pemkot punya ikon kota yang indah dan nyaman," imbuh politisi asal PAN ini.
Mulyadi menambahkan, keseriusan pemkot dengan mempercantik alun-alun dapat dilakukan secara bertahap. Yakni melalui program jangka pendek dan pendek. Jangka pendeknya, satuan kerja (satker) terkait bisa sinergis menata semrawutnya PKL dan lokasi taman bermain.
Sedang, jangka panjang pemkot sedianya mengembangkan keindahan alun-alun dengan menambah anggaran. ''Yang lebih penting sekarang satker-satker terkait harus sinergis dan komitmen mengembangkan alun-alun. Jika tidak, maka ikon kota seterusnya akan seperti itu," tandas Muyadi. Satker terkait diantaranya, adalah melibatkan Bagian Pembangunan, Bagian Umum, Bappeko, DKP, Disperindag, Satpol PP dan DPU. (ris/yr) (jawapos.co.id)





0 komentar:
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !