Mojokerto.web.id - Empat pemuda asal Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo dimassa warga Dusun Kweden Wetan, Desa Kweden Kembar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jumat (13/8) malam. Ini lantaran keempat pemuda tersebut terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap Perempuan setempat.
Menurut informasi, sekitar pukul 18.00, Suparti, 20, kembang desa setempat, mengendarai sepeda angin dan hendak keluar kampung. Dia melewati kerumunan empat pemuda tersebut. Mereka adalah Teguh Ismail, 19 asal Mblijo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Slamet, 19, Ikhwan Nurwanto, 20, dan Nanda Irawan, 19 asal Desa Kramat Tunggak, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.
Keempat pemuda tersebut menggoda Suparti dengan lontaran kata-kata serta siulan. Bahkan, dua diantaranya menghampiri gadis tersebut dengan motornya. Keduanya meremas payudara gadis tersebut. Suparti berontak dan berteriak minta tolong kepada warga setempat.
Inilah awal dari nasib buruk keempat pemuda ini. Mendengar ada yang minta tolong, keempat pemuda yang mengendari Jupiter Z dan GL Pro ini melarikan diri dari kejaran massa. Namun, keempatnya yang tidak hafal dengan kondisi jalan akhirnya menemui jalan buntu. Dengan mudah warga menangkap keempatnya.
Setelah diketahui jika keempat pemuda ini bukan warga setempat, warga semakin marah. Ia pun sempat dipukuli warga setempat. Untungnya, beberapa orang sempat memberikan perlindungan dan mengamankan keempatnya ke rumah aparat desa setempat.
Empat petugas kepolisian dari Polsek Mojoanyar yang datang ke lokasi kejadian dan hendak melakukan evakuasi, sempat menemui kendala. Pasalnya, warga menginginkan agar pelaku dilepas dan dihajar ramai-ramai.
Negosiasi diupayakan polisi. Namun, warga menolak. ''Ini pelecehan. Kami tidak ingin agar kejadian serupa terjadi dan menimpa anak sini lagi,'' kata salah satu warga.
Massa yang awalnya hanya berjumlah puluhan, akhirnya datang bergelombang menjadi ratusan. Tak hanya dengan tangan kosong, ada juga massa yang membawa pedang.
Petugas Polsek Mojoanyar akhirnya mendapat bantuan petugas Dalmas Polres Mojokerto. Massa tetap merangsek dan menginginkan agar para pelaku dihajar ramai-ramai. Bahkan, beberapa jurnalis sempat dikejar-kejar agar tidak mengambil gambar peristiwa tersebut.
Tak lama setelah petugas dari Polres datang ke lokasi kejadian, evakuasi terhadap keempat pelaku ini mulai dilakukan. Pagar betis dilakukan. Namun, warga yang marah akhirnya menggagalkan evakuasi tersebut.
Kapolres Mojokerto AKBP Prasetijo Utomo langsung turun ke lokasi dan memimpin evakuasi. Warga yang kesal dengan perilaku pemuda tersebut langsung merangsek. Tak lama berselang, petugas yang sudah siaga dengan kerumunan massa akhirnya berhasil melakukan evakuasi. Meski sempat terkena pukulan, namun pelaku berhasil lolos evakuasi.
Kapolsek Mojoanyar AKP Subiyanto mengatakan, untuk kelanjutannya, diserahkan ke Satreskrim Polres Mojokerto. (ron/lal) (jawapos.co.id)





0 komentar:
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !