Mojokerto.web.id - Beberapa kali gelar operasi, tapi tak membuahkan hasil yang memuaskan, Satpol PP Kota Mojokerto pun geregetan. Bersama puluhan polisi dan TNI, Satpol PP kembali merazia penambang pasir yang berada di sepanjang Sungai Brantas, Jumat (23/7). Mereka mujur, lima perahu berhasil diamankan, dan dua perahu dibakar.
Tak seperti gelar operasi dua hari sebelumnya, yang diduga selalu bocor. Kali ini, banyak penambang pasir yang gelagapan begitu ada operasi. Mereka pun lari menyelamatkan diri. Tak pelak, perahu-perahu yang dipergunakan untuk menambang pasir secara liar itu pun ditinggalkan begitu saja untuk menghindari penangkapan petugas.
Kepala Satpol PP Kota Mojokerto Happy Dwi Prasetiawan mengatakan, dari hasil pengejaran, pihaknya mendapati empat perahu berukuran besar berikut mesin penyedot pasir. Dari empat perahu itu, dua di antaranya dibakar. ”Kami bakar agar penambang lainnya jera,” ujar Happy.
Petugas juga menenggelamkan satu perahu milik penambang pasir. Dengan lebih dulu menggergaji badan perahu, lalu menenggelamkan perahu kayu tersebut di tengah sungai.
Sementara perahu lainnya, dititipkan ke Perum Jasa Tirta Sub DJA IV/1 Mojokerto, tepatnya di DAM Rolak Songo, yang menjadi tempat pengatur debit air Sungai Brantas. Happy juga mengancam akan terus melakukan pemantauan aktivitas penambang dengan menggunakan perahu karet. ”Kami lebih mudah memantau sekarang. Dengan perahu karet ini, kami bisa menyusuri sepanjang sungai,” ujar dia.
Happy sendiri tak takut jika aksi menenggelamkan dan membakar perahu milik penambang itu bakalan menimbulkan protes dari para penambang pasir di Sungai Brantas.nbet (surya.co.id)





0 komentar:
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !