Razia di Jogging Track (JT), Puluhan Siswa Terjaring

30/07/10
Mojokerto.web.id - Razia di Jogging Track (JT), Puluhan Siswa Terjaring. Tempat nongkrong para siswa yang sedang membolos di kawasan Jogging Track (JT) Jalan Hayam Wuruk, Kota Mojokerto, kemarin siang di-obrak-abrik jajaran kepolisian Kota Mojokerto. Puluhan siswa dari berbagai sekolah di Mojokerto berhasil diamankan.

Puluhan aparat kepolisian dari jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), Satlantas, Satintelkam, dan Samapta Polresta Mojokerto yang mendatangi JT tersebut membuat para siswa yang sedang nongkrong berusaha melarikan diri. Namun sayang, dengan sigap, petugas dibagi dalam dua regu.

Mereka yang berusaha melarikan diri ke arah timur, terpaksa harus menahan malu setelah puluhan polisi sudah berjaga-jaga mengantisipasinya. ''Kita terapkan seperti itu, karena kalau personel kami sedikit maka mereka dengan leluasa akan melarikan diri,'' ungkap Kabag Ops Polresta Mojokerto Kompol Kusen Hidayat usai menggelar razia kemarin siang.

Ia menjelaskan, para siswa yang tertangkap ini bakal didata dan diberikan pembinaan untuk tidak membolos saat jam pelajaran berlangsung. ''Mereka kami data. Lalu dibina dan diperbolehkan pulang,'' imbuhnya.

Selain merazia para siswa yang bolos, petugas dari Polresta ini juga tetap menjalankan operasi cipta kondisi jelang Ramadan di kawasan jogging track. Sedikitnya 3 orang yang terbukti menyimpan video porno berhasil diamankan.

Usai melakukan pembersihan di JT, polisi kembali harus 'jalan-jalan' dan berputar ke kawasan Terminal Kertajaya. Saat dalam perjalanan, 6 pengemis dan 4 pengamen yang beroperasi di jalanan juga berhasil ditertibkan dan diboyong ke Mapolresta Mojokerto untuk dilakukan pembinaan.

Membawa puluhan orang dalam satu truk, tak membuat polisi langsung pulang ke markasnya. Mereka kembali merazia warung remang-remang di kawasan by pass, Kecamatan Magersari. Di warung ini, tiga pekerja seks komersial (PSK) yang kerap melayani pria hidung belang di dalam warung turut serta diamankan. ''Pemilik warung juga masih kami periksa,'' ungkap polisi berpangkat satu melati dipundaknya ini.

Kompol Kusen menjelaskan, intensitas razia yang dilakukan oleh jajarannya itu akan tetap berlanjut hingga ramadan tiba. Dia sangat menginginkan agar Kota Mojokerto aman dan tak ada gangguan saat umat muslim menjalankan tugasnya. ''Kami akan tetap menjalankan prosedur. Karena mendekati musim ramadan, kita dipaksa untuk membersihkan kemaksiatan yang dapat mempengaruhi ibadah umat Islam,'' tegasnya. (ron/c4/yr) (jawapos.co.id)
Bookmark and Share

Tulisan Terkait Lainnya



0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !

 
 
 

Arsip

 
Copyright © Mojokerto.web.id Oleh Cak Rohman