Mojokerto.web.id - Setelah menjalani proses panjang, Duta Wisata Kota Mojokerto akhirnya terpilih Selasa (27/7) malam di GOR Majapahit. Tiga juri dalam acara itu, Hj. Anis Sutomo, Sumadi, dan Swan Kurniawan akhirnya menobatkan Eka Ishariadi dan Nela Endy sebagai Gus dan Yuk kota Mojokerto 2010.
Pasangan Gus Yuk ini dianggap oleh panitia sebagai pasangan yang ideal dan diharapkan mampu membawa Kota Mojokerto menjadi kota wisata yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan.
Para juara tersebut adalah Eka Ishariadi asal Universitas Airlangga Surabaya dan Nela Endy asal SMAN 2 Kota Mojokerto masing-masing sebagai Gus Yuk 2010, Wakil I Gus Yuk Abdillah Fatkhul Wahab asal STIKES PPNI Mojokerto dan Lulus Dwi Puspita Rini asal SMA Negeri I Puri.
Sedangkan Wakil II Gus Yuk 2010 diraih Muhammad Fajar S.A asal SMAN 2 Mojokerto dan Nandia Genfika asal SMAN I Sooko Mojokerto. Wakil III Gus Yuk Muhammad Ridhwan Mujib asal SMAN 2 Mojokerto dan Widhi Dyah Ariyanti asal SMAN 3 Mojokerto.
Gus dan Yuk Persahabatan disandang Pradana Tera Mardiatna asal SMAN I Puri dan Luluk Roichatul Jannah asal SMA PGRI I Mojokerto. Terakhir adalah selendang Gus Yuk Favorit yang dikenakan Ahmad Ali Yafie asal SMA Negeri I Mojokerto dan Dwi Shintia SMA Negeri 2 Mojokerto.
Ajang ini merupakan kerja sama bagian perekonomian Kota Mojokerto, Radar Mojokerto, dan Ikatan Gus Yuk. Adapun sponsor yang mendukung antara lain Telkomsel, Excellent 64, Tirto Agung, butik Nurani, dan lain-lain.
Sebelum dilakukan final tersebut, jumlah peserta ini sebenarnya mencapai 117 orang. Pada tanggal 18 Juli, panitia akhirnya merampingkan dan menyaring kualitas para peserta.
Hasilnya, hanya 30 pasang atau 60 peserta yang lolos dalam masa karantina. Para peserta yang lolos langsung mendalami masa karantina. Berbagai materi telah diberikan. Diantaranya adalah pembekalan tentang perilaku dan etika kepribadian. ''Diberikan untuk membentuk karakter yang mampu menjadi seorang pemimpin dan berkepribadian yang baik,'' kata Anis, salah satu juri yang juga menjabat sebagai ketua pelaksana.
Selain itu, materi public speaking juga tak lupa diberikan oleh panitia saat peserta dikarantina. Hal itu dilakukan untuk menjadikan duta wisata yang mampu berbicara didepan khalayak umum.
Penyelenggaraan grand final kemarin, mampu menarik perhatian sejumlah masyarakat Mojokerto. bagaimana tidak, seluruh tribun kanan dan kiri panggung, nyaris tak ada kursi kosong. Semuanya dipenuhi oleh para pendukung Gus Yuk yang masuk dalam tahap grandfinal.
Selain meneriakkan yel-yel, mereka juga terlihat membawa poster yang bertuliskan nama Gus Yuk yang didukungnya.
Berbagai jenis kerajinan batik yang ada di Mojokerto juga nampak ditampilkan sebelum penobatan. Alhasil, acara tersebut mampu membuat suasana GOR Majapahit meriah dan nampak elegan. (ron/c3/yr)(jawapos)





0 komentar:
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !