Sungai Sadar Kena Limbah , Sumur Warga Tercemari

25/06/10
Mojokerto.web.id - Mojoanyar, Sungai Sadar Kena Limbah , Sumur Warga Tercemari. Persoalan limbah pabrik yang mengalir ke perkampungan kembali dirasakan warga. Di Dusun Grogol Gede Desa Gebang Malang, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, warga merasa terganggu dengan keberadaan limbah yang merembes dari Kali Sadar.

Ada yang menduga limbah yang mengontaminasi sumur warga itu berasal dari Bumi Indo, perusahaan pakan ternak di Jl By Pass. Akibatnya, beberapa sumur atau sumber air milik warga tidak bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. ''Karena dampak limbah itu, sumur kami sekarang tidak bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari,'' ungkap Kasnawi, 68, salah satu warga setempat.

Kasnawi mengaku, belakangan hari keluarganya enggan untuk memanfaatkan sebagai mandi cuci kakus (MCK) hingga konsumsi minum, lantaran khawatir berakibat pada kesehatan. Selain air sumur sudah berubah warna kehitaman dan berbau, tidak sedikit warga yang nekat memanfaatkan merasakan penyakit gatal-gatal. ''Kejadian ini sudah terjadi lebih dari setahun yang lalu. Air limbah yang mengalir lewat Kali Sadar meresap ke sumber air kami,'' terangnya.

Selain enggan memanfaatkan, tidak sedikit warga yang memutuskan menutup bahkan mematikan sumber air. Sebagai gantinya, untuk kebutuhan MCK, warga lantas mengonsumsi air ke sumur milik warga lainnya yang memiliki sumber air menggunakan pompa listrik. Itupun kedalaman sumber airnya minimal 25 hingga 30 meter.

''Kalau tidak dalam seperti itu tetap saja sumber air kita tercermar limbah," tambah Kiswono, warga lainnya. Dijelaskan bapak tiga anak ini, sumber air milik Dusun Grogol Gede yang tidak berfungsi lagi sebanyak 25 sumber air. Bahkan dia memperkirakan jumlah lebih dari itu. ''Persisnya tidak tahu, bisa mencapai ratusan," imbuhnya. Biasanya bau limbah yang menyengat itu terjadi pada pagi dan sore hari.

Lanjut Kiswono, limbah itu berasal dari arah barat melalui saluran drainase (sungai kecil) area persawahan diduga keluar dari Bumi Indo yang berjarak sekitar 500 meter dari perumahan penduduk. ''Untuk meredam bau limbah selama ini Bumi Indo sudah menaburkan bubuk kaporit guna mentralisir. Tapi tetap saja berbau," tukasnya.

Karenanya, agar tidak berdampak lebih, terutama pada pencemaran sumber air dan kesehatan, warga meminta Bumi Indo mengolah limbah lebih bersih. Terutama tidak membuang ke aliran Kali Sadar dan perumahan penduduk. ''Harapan kami seperti itu. Sebab semua warga di sini mengeluh,'' tegasnya.

Manager Teknik Bumi Indo, Sugianto, menepis jika limbah yang dikeluhkan warga Dusun Grogol Gede Desa Gebang Malang berasal dari sampah produksi Bumi Indo saja. Menyusul, saluran air yang biasa dimanfaatkan untuk pembuangan limbah juga datang dari wilayah Kota Mojokerto. ''Tapi pada prinsipnya Bumi Indo tidak ingin meresahkan warga, karena keluhan limbah itu,'' jelasnya.

Untuk mewujudkan prinsip tersebut, Bumi Indo akan berupaya terus menetralisir limbah yang keluar melalui pengolahan khusus. Disamping itu, lanjut Sugianto, pihaknya secara rutin melakukan penaburan bubuk kaporit guna meredam bau limbah di sepanjang Kali Sadar.

''Untuk sumber air yang dikeluhkan kami sudah menurukan tim agar mengecek kondisi di lapangan," tukasnya. Kendati demikian, jika nanti ditemukan warga yang mengalami gangguan kesehatan, Bumi Indo bakal mengajak masyarakat bermusyawarah mencari solusi terbaik. Baik dari sisi kesehatan maupun kendala sumber air. ''Ini (musyawarah, Red) penting agar kita tahu kondisi warga yang sebenarnya," tandas Sugianto. (ris/yr) (jawapos)
Bookmark and Share

Tulisan Terkait Lainnya



0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !

 
 
 

Arsip

 
Copyright © Mojokerto.web.id Oleh Cak Rohman