Mojokerto.web.id - PSK Rata-Rata Berpenyakit Kelamin. 28 Pekerja Seks Komersial (PSK) yang terjaring oleh petugas Dinas Sosial saat gelar razia Rabu (23/6) lalu, ternyata banyak yang mengidap penyakit kelamin. Dari hasil pemeriksaan, hampir 90 persen, mereka terjangkit penyakit.
Dokter Novita Sari Indra Mega, salah satu tim pemeriksa mengatakan, dari 28 PSK yang diperiksa, rata-rata mengalami penyakit yang kronis. Diantaranya condilomalata cutis atau sifilis sekunder. ''Kalau penyakit ini menjangkiti laki-laki, saat kencing akan keluar nanah. Tapi, kalau perempuan hanya berupa benjolan yang berada di sekitar alat kelamin,'' tukasnya.
Selain itu, candidiasis cutis atau jamur kulit yang tumbuh di sekitar alat kelamin dan selangkangan juga banyak dialami oleh para PSK itu. Munculnya dua penyakit itu, dikatakan dr Mega, lantaran kebersihan yang terabaikan.
Terparah, adalah penyakit bartholinitis gonorhoe. Di masyarakat, penyakit yang satu ini seringkali disebut dengan raja singa. ''Namun, untuk perempuan, penyakit itu disebut dengan istilah itu,'' imbuhnya.
Diungkapkan Mega, penyakit yang satu ini merupakan penyakit yang paling ganas yang sangat mudah menular ke setiap pasangan yang melakukan hubungan intim. Dari data yang ada, para PSK yang mengidap penyakit ini terhitung sebanyak 11 orang.
Sedangkan, penyakit yang didominasi oleh para PSK ini, adalah trichomoniasis vaginalis. Masyarakat awam menyebut dengan istilah keputihan. ''Jadi, kemaluannya mengeluarkan bau yang sangat tidak sedap dan mengeluarkan cairan berwarna putih,'' tutur alumnus Unmuh Malang ini.
Ia menjelaskan, meski tak menular, namun penyakit ini akan menimbulkan dampak yang negatif pada penderita. Umumnya, penyakit ini muncul pada orang yang mempunyai aktivitas seksual tinggi.
Sementara itu, 28 PSK yang berhasil dirazia, didominasi oleh warga dari luar kota.
Kadinsos Kabupaten Mojokerto Yudha Hadi saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. Ia mengatakan bahwa dari jumlah tersebut, PSK yang berasal dari Kabupaten Mojokerto hanya 6 orang saja. Sedangkan lainnya berasal dari Kota Mojokerto, Nganjuk, Kediri, Pasuruan, Tuban, dan Riau. ''Yang mau untuk dibina hanya 2 orang,'' tuturnya.
Sebagaimana diberitakan, Dinas sosial Kabupaten Mojokerto kembali merazia Pekerja Seks Komersial (PSK), gelandangan, dan pengemis. Dari pagi hingga malam hari razia, 28 PSK dan 6 gepeng berhasil diamankan.
Lokasi yang menjadi target razia petugas Dinsos dan Satpol PP kali ini diantaranya adalah di Desa Mojoroto, Desa Sawo, Kecamatan Jetis. Kecamatan Gedeg, Dlanggu, hingga Mojosari.(ron/yr)(jawapos.co.id)





0 komentar:
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !