Mojokerto.web.id - Nilai UASBN SD/MI Mojokerto. Kota Mojokerto kembali menorehkan prestasi menggembirakan di bidang pendidikan. Hasil ujian akhir berstandar nasional (UASBN) 2009/2010 tingkat SD/MI, kota dengan dua kecamatan ini kembali bertengger di peringkat pertama nilai rata-rata NUN se-Jatim. Kota Mojokerto memegang rangking satu UASBN dengan nilai rata-rata 24,42.
''Rangking satu Jatim itu berdasarkan penghitungan nilai rata-rata yang diperoleh peserta UASBN Kota Mojokerto," ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Suharto, kemarin. Nilai rata-rata tertinggi Jatim yang diperoleh itu dilihat dari perolehan nilai NUN SD/MI se-Kota Mojokerto.
Dengan ketentuan mata pelajaran (mapel) bahasa Indonesia 7,75, mapel matematika 8.25 dan mapel IPA 8,15. ''Untuk mengetahui nilai rata-rata itu setelah menjumlah total NUN semua peserta tingkat SD/MI berjumlah 2.289,'' ujar Suharto.
Tahun lalu, nilai UASBN untuk SD/MI memang berhasil menduduki nilai rata-rata tingkat nasional dan Jatim. Untuk tingkat nasional yang ditentukan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) rata-rata NUN periode 2008/2009 Kota Mojokerto meraih 25,58 dari total 2.190 siswa. Ketentuannya mapel bahasa Indonesia 8.23, mapel matematika 8,46 dan IPA 8,89.
''Artinya nilai rata-rata tingkat SD/MI hanya mengalami penurunan sebesar 1,16 persen dari tahun sebelumnya," terang Suharto. Meski demikian, Dinas P dan K menyatakan prestasi siswa SD/MI dari 64 lembaga terbagi atas 52 SDN, 6 SD Swasta dan 8 MI, masih cemerlang.
Hal itu menyusul dari 5 dari 10 besar siswa SD negeri dan swasta berhasil meraih NUN di atas 28.00 tingkat kota. Yakni Melisa asal SD Taruna Nusa Harapan (TNH) 2 mendapatkan NUN dengan total nilai 28.45. masing-masing dari mapel bahasa Indonesia 9.10, mapel matematika 10.00 dan IPA 9.25. ''Begitu juga dengan NUN siswa MI. setidaknya ada lima siswa yang nilainya di atas 27.00," tukasnya. NUN total siswa SD dan MI yang masuk 10 besar dapat dilihat pada tabel.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) TK/SD Dinas P dan K, Sunardi, menambahkan, kendati saat ini Dinas P dan K sudah memegang Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional (DKHUN), pihaknya menuyatakan tidak mengetahui berapa jumlah siswa yang tidak lulus. Menyusul, proses kelulusan dilakukan berbeda dengan tingkat SMP/SMA dan SMK. Yakni melalui proses penilaian oleh BSNP.
''Untuk SD/MI, BSNP hanya melakukan scoring. Termasuk Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas P dan K Kota. Kita hanya bertugas melakukan scanning penilaian. Tidak menentukan kelulusan," paparnya.
Sesuai tahapan yang berhak menentukan lulus tidaknya siswa adalah pihak sekolah yang mengikuti penyelenggaran UASBN. Baik SD maupun MI. ''Artinya kelulusan siswa itu yang menentukan adalah masing-masing sekolah. Yakni memadukan hasil UASBN dengan hasil ujian di sekolah," tegasnya.
Secara resmi pengumuman kelulusan akan disampaikan sekolah pada 19 Juni mendatang. ''Saat masing-masing sekolah dalam proses penilaian. Tapi harapan kami tahun ini sebanyak 2.289 siswa lulus 100 persen seperti tahun sebelumnya," ucap Sunardi.
Selain itu, terkait Kelulusan Nilai UASBN di Kabupaten Mojokerto, berikut dari sumber yang sama (jawapos) melansir:
Pelajar SD/MI yang Meraih Nilai UASBN Tertinggi di Kabupaten Mojokerto. Jelang Ujian, Setiap Hari Les Privat ke Rumah Guru
Kelulusan sekolah tahun ini, MI Mi'rojul Ulum, Jotangan, Kecamatan Mojosari juga patut berbangga. Lima dari 14 siswanya mampu meraih prestasi tingkat Provinsi Jatim. Mereka mendapat nilai Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) 28,50 dan menempatkannya pada peringkat II Jatim.
ABI MUKHLISIN, Mojokerto
---
ADELI Oktavia Islami, Nurrochmah Soviani, Shobirotul Ilmi, Willy Martavora Chornelis, dan Yuniati Widya Candra berkumpul di ruang kepala sekolah (kasek). Dengan tangan di atas paha, siswa MI Mi'rojul Ulum itu terlihat diam. Hanya sesekali, senyum mereka mengembang. Namun, pemandangan itu tak lama. Tak berselang lama, mereka kembali diam.
Di ruangan itu, lima siswa yang sudah mengharumkan nama sekolah dan lembaga MI di Kabupaten Mojokerto itu sedang ditemui beberapa orang. Antara lain, Kasek MI Mi'rojul Ulum, Hadi Al Anam, Pengawas Pendidikan Agama Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, Siti Muniroh, Ketua Yayasan Mi'rojul Ulum, M Nawawi dan beberapa guru mata pelajaran.
Siang itu menjadi saat yang membahagiakan pagi kelima siswa tersebut. Mereka yang berangkat dari rumah belum mengetahui sedikit pun kabar kelulusan, akhirnya mendapat kepastian lulus. Tak hanya itu, namun mereka juga sudah menorehkan prestasi di tingkat Jatim. ''Kami sangat bangga sekali. Ini berkat dukungan guru dan orang tua,'' ungkap Adela Oktavia Islami yang diiyakan empat teman lainnya.
Sejak duduk di bangku kelas VI MI, seluruh siswa diberikan les atau pelajaran tambahan. Pelajaran tersebut diberikan satu jam lebih sebelum jam masuk kelas. Siswa sudah sampai di sekolah pukul 05.30. Hal itu dilakukan setiap hari efektif dan berlangsung hingga pukul 06.45.
Sebelum masuk kelas, masih ada waktu luang 15 menit. Tak langsung enak-enakan, waktu luang dimanfaatkan untuk briefing dengan membaca Yasin. ''Sore harinya masih ada privat di rumah guru mata pelajaran. Dimulai pukul 17.00 sampai pukul 20.00. Begitu setiap hari,'' ungkap Kasek MI M'rojul Ulum, Hadi Al Anam.
Les maupun privat tersebut dilakukan untuk persiapan UASBN. Sehingga, pelajaran yang diberikan menyesuaikan dengan mata pelajaran yang diujikan. Salah satu yang ditekankan adalah mata pelajaran Matematika. Selain itu, masih ada tryout.
Diantaranya, dari Kementerian Agama dua kali, kecamatan satu kali dan tryout lainnya sepuluh kali. ''Latihan mengerjakan soal sendiri juga berkali-kali,'' ujarnya.
Langkah-langkah mengasah kemampuan siswa menghadapi UASBN itu dibarengi dengan penguatan mental. Tak sekadar belajar dan terus belajar, namun para siswa juga tak lelah berdoa. Selain membaca surat Yasin, juga puasa sunah Senin dan Kamis. ''Kalau puasa, sebelum pelaksanaan UASBN,'' ungkap para siswa.
Semangat para siswa dan kegetolan pihak sekolah serta keluarga pun menuai hasil. Siswa MI tersebut berhasil meraih nilai UASBN yang menggembirakan. ''Kalau belajar di rumah, orang tua kami selalu menunggui,'' ungkap Widya yang juga langsung diiyakan teman-temannya.
Mereka juga mengaku, setiap belajar selalu mendapat perhatian orang tua. Ayah Adela Oktavia Islami sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan, ayah Nurrochmah Soviani berdagang baju, ayah Shobirotul Ilmi servis elektronik, ayah Willy Martavora Chornelis tukang sembelih ayam, dan ayah Yuniati Widya Candra menjadi PNS di Pemkab Mojokerto. Kini, mereka sedang getol belajar menyiapkan diri mengikuti tes masuk SMPN. ''Kami juga mengurangi nonton televisi,'' ungkap Willy.
Dengan prestasi para siswanya membuktikan kecilnya gedung sekolah tak menyurutkan semangat belajar siswa. Pun dengan para gurunya yang tak lelah menyemangati siswanya untuk belajar. Prestasi yang diraih pada kelulusan tahun ini bukan kali pertama. Sebelumnya, MI Mi'rojul Ulum itu sudah menyabet prestasi untuk nilai rata-rata. Tahun lalu, sekolah tersebut meraih peringkat ketiga se-Kabupaten Mojokerto. (yr) (jawapos.co.id)





4 komentar:
Sukses teruz y bwt Mojokerto....
ngmong-ngmong,,,kalau mau lihat hasil danem keseluruhan anak sd sekota Mojokerto...gmn caranya y???
IYA NEH SETUJU PENGEN LIAT TUCH HASIL DANE ANAK SD NYA
sabar, tnya ma bpak ibu guru ud pada tau. Cuma ditahan smpe tgl 19 he he
suweeeeeeeeeeeeee
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !