Bawaslu Temukan Indikasi Politik Uang di Mojokerto

08/06/10
Mojokerto.web.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menemukan indikasi politik uang ("money politics") dalam Pilkada Kabupaten Mojokerto pada 7 Juni lalu.

"Ada laporan yang kami terima dari beberapa Panwascam tentang adanya praktik politik uang itu," kata anggota Bawaslu RI Wirdyaningsih kepada ANTARA di Mojokerto, Rabu.

Di sela-sela supervisi Pilkada Mojokerto pada 6-8 Juni, ia mengatakan politik uang itu terjadi mulai masa tenang, H-1 pencoblosan, hingga hari "H" pencoblosan (7/6)."Karena itu, saya minta kepada 4-5 Panwascam untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait indikasi politik uang itu," katanya didampingi anggota Panwaskab Mojokerto, Dra Setya Asih.

Sementara itu, seorang warga Gedeg, Mojokerto, Imam, menegaskan bahwa "serangan fajar" (praktik politik uang menjelang pencoblosan) dilakukan semua calon."Tim sukses mereka datang secara 'door to door' dengan mengetuk pintu dan memberikan uang untuk mencoblos calon tertentu," katanya.

Ia mengaku uang yang diberikan kepada pemilih tidak sama, karena ada tim sukses yang menyerahkan Rp10.000,00 per orang, tapi ada pula yang mencapai Rp15.000,00 per orang.

Dalam supervisi itu, Bawaslu RI juga menemukan adanya TPS yang terlalu dekat jarak antara pemilih dengan saksi, sehingga saksi mengetahui calon yang dicoblos seorang pemilih. (antarajatim)
Bookmark and Share

Tulisan Terkait Lainnya



7 komentar:

Anonim mengatakan...

Lagu lama yang selalu terdengar di setiap pilkada: pihak yang kalah ngotot nuding yang menang punya banyak salah..., mengerahkan massa untuk menuntut pilkada ulang..., menghimpun pengacara demi bisa menang berperkara di pengadilan..., meskipun akhirnya kalah juga!

Anonim mengatakan...

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menemukan indikasi politik uang ("money politics") dalam Pilkada Kabupaten Mojokerto pada 7 Juni lalu.

lalu bagai mana selanjutnya tindakan bawaslu, jangan hanya ngumbar suara di tindak lanjuti dong kalau memang professional

Anonim mengatakan...

kalau hanya mengatakan menemukan indikasi money politic, di masyarakat tingkatan paling bawah lebih banyak bukti, jangan hanya mengatakan, bagaimana tindak lanjutnya penemuan itu

siswoyo mengatakan...

semua pemilu baik ditingkat pusat hingga bawah (termasuk pemilihan ketua RT) terjadi money politik. harusnya hal tersebut tidak diributkan tetapi kinerja dari calon terpilih dan juga komitmen yang dibentuk untuk membawa Kab. Mojokerto kearah yang lebih baik itu yang harus disoroti dan dikawal. jangan ada kerusuhan lagi di Mojokerto, dewasdalah politikus di Mojokerto!!!!!

Anonim mengatakan...

siap siap saja terima bupati bajingan seperti topa.

warga tampungrejo

Anonim mengatakan...

Masyarakat Mojokerto diiming-imingi uang Rp. 10.000 s/d Rp.15.000 untuk memilih salah satu pasangan calon bupati. Padahal secara tidak langsung nanti hak-hak masyarakat yang akan dimakan oleh pasangan yang menang jauh lebih dari jumlah diatas.

Anonim mengatakan...

Wahai masyarakat Mojokerto, untuk selanjutnya jangan sekali-kali mau memilih wakil rakyat yang memberikan iming-iming uang. Karena orang tersebut adalah money oriented yang nantinya akan berupaya meraup uang rakyat sebanyak mungkin untuk pribadinya

Poskan Komentar

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !

 
 
 

Arsip

 
Copyright © Mojokerto.web.id Oleh Cak Rohman