Mojokerto.web.id - Puluhan Petugas PKH, Grudug Rumah Sesama Petugas PKH - Puluhan petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) menggeruduk rumah sesama pendamping PKH yang lainnya yakni Khoirul Muhtadin di Jl Dusun Unggahan, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Rabu (19/5) siang. Mereka meminta pertanggungjawaban Khoirul yang dinilai telah menyebarkan data fiktif kepada banyak pihak, termasuk media massa.
Puluhan anggota PKH ini datang dengan menggunakan motor. Mereka yang datang sekitar pukul 12.15 ini langsung mencari Khoirul, yang juga tercatat sebagai salah satu pendamping PKH Kecamatan Puri.
Para pendamping PKH Departemen Sosial RI ini hendak mengadili Khoirul yang membuat statemen tentang adanya pemotongan bantuan PKH di Dawarblandong di media.
Statemen Khoirul tersebut terjadi saat dia bersama beberapa temannya melakukan aksi demo di Kantor Pemkab Mojokerto beberapa waktu lalu. ''Kami datang ke sini untuk klarifikasi. Karena dia ngomong kalau ada pemotongan dana PKH di Dawarblandong dan ada manipulasi data RTSM (rumah tangga sangat miskin)," ujar Jolly, ketua Asosiasi Pekerja Sosial Indonesia (APSI) Cabang Mojokerto.
Jolly menyayangkan statemen Khoirul tersebut. Apalagi Khoirul juga tercatat sebagai salah satu pendampin PKH di Kecamatan Puri. ''Mestinya dia tahu, jika ada perubahan sistem pencairan dari pusat, bukan malah memanipulasi begini," ujarnya.
Jolly menerangkan, yang sebenarnya terjadi bukanlah pemotongan, tetapi adanya perubahan tahapan pencairan dari pusat. Dimana, lanjutnya, pada tahun 2009 lalu terdapat tiga kali pencairan, namun pada tahun 2010 ini menjadi empat kali pencairan. ''Kalau total besar dana yang diterima masyarakat dalam setahun ya jumlahnya sama. Hanya pencairannya saja yang berubah menjadi empat kali," katanya.
Ia menjelaskan, karena tudingan dari Khoirul inilah yang memicu kemarahan para pendamping PKH lainnya. Apalagi dalam aksi demo di Pemkab Mojokerto lalu, Khoirul menggunakan nama Masyarakat Mojokerto Peduli (MMP), padahal dia juga salah satu petugas pendamping PKH. ''Dia melontarkan fitnah yang mendiskreditkan PKH, padahal PKH Kabupaten Mojokerto merupakan terbaik se-Indonesia," katanya.
Khoirul Muhtadin sendiri membantah jika dia menuding adanya pemotongan dana penerima PKH di Dawarblandong. Ia juga menolak telah menuding adanya manipulasi data RTSM. ''Demi Allah, saya tak pernah mengatakan itu," katanya.
Meski mengaku tidak pernah memberikan statemen kepada media dan di depan publik, Khoirul tetap diminta oleh massa untuk membuat surat pernyataan yang menuturkan jika ia tak pernah memberikan data penyelewengan tersebut. ''Dengan surat yang bermaterai ini, bisa dipertanggungjawabkan di depan hokum,'' kata Khoirul di hadapan para temannya.
Sementara itu, selain bersitegang antara Khoirul dan para pendamping PKH, beberapa wartawan yang datang ke lokasi untuk melakukan peliputan juga sempat dimintai keterangan untuk dikonfrontir. ''Maaf. Itu adalah kode etik. Kami tak bisa menjawab pertanyaan Anda,'' kata Amin Sholihin, salah satu wartawan di Mojokerto. (ron/yr) (jawapos.co.id/cak)





4 komentar:
pendamping pkh katanya terbaik di indonesia, kenapa kelaukannya seperti anak SMA, jangan2 para pendamping juga ada yang masih berijasah SMA.......!!!!!!!!
jangan sampai pkh mojokerto semakin dalam masuk dalam politik praktis......konsentrasi saja ke pekerjaan anda membantu masyarakat kecil.....!!!
setuju mas, tapi pecat dulu kepala dinas sosialnya baru kami bisa bekerja dengantenang
jangan gegabah, sebab kekuatan sekarang ada pada ranah politik, bagaimanapun perlu waktu yang sangat lama untuk mengembalikan poitik pada job deskripsi-nya. kalkulasi : orang yang peduli pada profesionalisme kerja dengan kebijakan politik adalah 99,9 % politik dan 0,1 % profesional.
apa benar pelaksanaan PKH ini terbaik se-Indonesia??
mohon dibantu mencari informasi,, untuk penelitian skripsi,, hehe
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !