Kampus Stikes Dian Husada Dirampok

11/05/10
PURI - Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Dian Husada, Jalan Teras, Desa Tambak Agung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, disatroni kawanan perampok, Senin (10/5) dini hari kemarin. Beberapa alat elektronik berupa laptop dan uang tunai lenyap digondol para pelaku.

Menurut informasi Darmo di lokasi kejadian, peristiwa kejahatan ini terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari kemarin. Untuk memuluskan aksinya, pelaku yang diduga lebih dari lima orang tersebut terlebih dahulu melumpuhkan seorang mahasiswa yang diperbantukan pihak kampus menjadi petugas keamanan. Tangan kedua mahasiswa ini diikat dengan leher dikalungi celurit oleh salah satu pelaku.

Usai berhasil melumpuhkan keamanan, para pelaku langsung mengacak-acak hampir lebih dari 6 ruangan di gedung itu. Sebuah laptop dan uang tunai sekitar Rp 40 juta ludes dibawa kawanan pelaku.

Jerit tangis mahasiswa ini baru diketahui oleh satpam sekitar 30 menit setelah kejadian atau sekitar 02.30. Kedua satpam yang berjaga di pos depan kampus ini juga tak tahu-menahu dari mana pelaku masuk.

Namun, teka-teki itu baru diketahui setelah jajaran Polsek Puri mendatangkan anjing pelacak dari Polda Jatim. Tim K-9 baru datang ke kampus yang dipimpin oleh Yulianto ini sekitar pukul 10.00.

Dari sinilah bisa terungkap jika masuknya para pelaku ke kampus tersebut lewat pintu belakang. Begitu juga saat ia meninggalkan kampus itu. Usai berhasil membawa barang rampokannya, para pelaku langsung keluar lewat persawahan warga lalu masuk ke Dusun Teras, Desa Tambak Agung.

Dari hasil pelacakan anjing ini, para pelaku menyusuri jalan perkampungan. Lebih 100 meter ke arah selatan, para pelaku masuk ke gang kecil dan tembus ke Jalan Raya Teras, Tambak Agung. Diduga, di pengujung jalan inilah, para pelaku dijemput oleh kendaraan bermotor.

Menurut informasi beberapa warga, sekitar pukul 02.00, memang ada 4 sepeda motor yang parkir di pinggir jalan. ''Lampu seinnya berulang kali dinyalakan saat berhenti,'' kata salah satu warga.

Ketua Stikes Dian Husada, Kabupaten Mojokerto, Yulianto saat dikonfirmasi membenarkan adanya beberapa barang yang lenyap dibawa pelaku. ''Kalau ditaksir, kerugian kampus mencapai Rp 40 juta,'' katanya.

Lalu bagaimana dengan kabar terjadinya penyekapan? Pria berkacamata ini enggan menjelaskannya. Meski begitu, namun ia tak berani berterus terang menampiknya. ''Kabarnya memang seperti itu,'' cetus Yuli.

Sementara itu, akibat terjadinya perampokan di kampus ini, ratusan mahasiswa yang hendak kuliah sempat kecele. Alasannya, pihak kampus terpaksa meliburkan perkuliahan karena masih dilakukan penyelidikan oleh aparat kepolisian.

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Samsul Makali saat dikonfirmasi kemarin siang mengatakan tak bisa memberikan keterangan lebih. Alasannya, saat dilakukan penyelidikan oleh anjing pelacak, ia sedang melakukan pengamanan di gedung KPU Kabupaten Mojokerto. (ron/yr)(jawapos.co.id)
Bookmark and Share

Tulisan Terkait Lainnya



0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !

 
 
 

Arsip

 
Copyright © Mojokerto.web.id Oleh Cak Rohman