744 Siswa MTs/SMP Mengulang

07/05/10
744 Siswa MTs/SMP Mengulang - Sebanyak 744 siswa SMP dan MTs di Kabupaten Mojokerto dipastikan tidak lulus. Nilai ujian nasional (NUN) yang diraih diketahui jeblok. Dari seluruh mata pelajaran yang diujikan, rata-ratanya di bawah 5,5. Namun, hasil tersebut belum final. Mereka masih diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian nasional (unas) ulang.

Siswa yang tidak lulus atau diharuskan mengulang tersebut antara lain dari SMP Negeri, Swasta, SMP Terbuka, MTs Negeri dan Swasta. Sesuai data dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto, unas SMP tahun 2010 diikuti sebanyak 15.434 siswa. ''Dari jumlah peserta itu, yang mengulang sebanyak 744 siswa atau 4,821 persen. Mereka harus mengikuti ujian ulang pada tanggal 17 sampai 20 Mei,'' ungkap Kabid Dikmen Dispendik Kabupaten Mojokerto, Liyanto.

Dengan mengikuti ujian ulang, para siswa tersebut masih mempunyai kesempatan bisa lulus. Karena itu, ujian ulang sangat menentukan. Sesuai jadwal, kelulusan SMP sederajat itu bakal diumumkan hari ini. Tidak berbeda dengan kelulusan SMA, pengumuman kelulusan SMP juga diantar ke rumah. ''Besok (hari ini, Red), diumumkan pukul 12.00. Didahulukan siswa yang mengulang, akan didatangi langsung oleh guru ke rumahnya. Guru akan memberikan motivasi kepada siswa bersangkutan agar mempersiapkan diri mengikuti ujian ulang,'' katanya.

Sementara itu, dari total peserta sebanyak 15.434 siswa yang mengikuti unas, dari SMP Negeri dan Swasta sebanyak 10.733 siswa, SMP Terbuka sebanyak 45 siswa serta MTs Negeri dan Swasta sebanyak 4.684 siswa. Untuk peserta unas dari SMP Negeri dan Swasta, sebanyak 382 siswa tidak lulus, dari SMP terbuka 4 siswa tidak lulus dan dari MTs Negeri maupun Swasta sebanyak 72 siswa tidak lulus.

Dengan hasil tersebut, jumlah siswa SMP sederajat yang tidak lulus tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun 2009. Dari total peserta unas SMP dan MTs di Kabupaten Mojokerto, yang tidak lulus hanya 53 siswa. Jumlah itu dari MTs sebanyak 29 siswa dan dari SMP 24 siswa.

Meningkatnya angka ketidaklulusan siswa SMP dan MTs tahun ini diakui, dikatakan Liyanto, terjadi hampir di seluruh daerah. Bahkan, menurutnya, di Jatim juga mengalami kenaikan jumlah siswa yang tidak lulus. ''Namun, para siswa itu kan masih bisa mengulang. Sehingga, ini belum final. Mereka masih ada kesempatan untuk lulus,'' katanya. (abi/yr) (jawapos.co.id)
Bookmark and Share

Tulisan Terkait Lainnya



0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !

 
 
 

Arsip

 
Copyright © Mojokerto.web.id Oleh Cak Rohman