Sehari, Dua Orang di Trowulan dan Gondang Gantung Diri - Dalam semalam, dua orang ditemukan mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri di tempat berbeda. Mereka adalah Mei Susanto, 21, warga Dusun Keraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Diduga karena kesepian berkepanjangan, pemuda ini mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri.
Selasa (13/4) malam, anak kedua dari pasangan Suprapto, 55, dan Eny, 50, ini ditemukan tetangganya dengan leher terikat seutas tali plastik yang dikaitkan di balok kayu salah satu kamar rumahnya. Saat ditemukan, mayat korban membiru dan mengeluarkan bau tak sedap.
Dugaan pemuda yang kesehariannya bekerja sebagai kuli batu bata di kawasan Trowulan karena kesepian ini memang sangat kuat. Pasalnya, meski ia masih mempunyai kedua orangtua dan dua saudara, namun ia tak pernah menikmati manisnya kasih sayang keluarga. ''Kedua orangtuanya bekerja di luar Jawa,'' kata paman korban, Sugeng, 53, kepada Radar Mojokerto di lokasi kejadian.
Dijelaskannya, Suprapto telah bekerja di Papua sejak 5 tahun lalu. Sedangkan, ibunya mencari nafkah dengan menjadi TKW di Arab Saudi lebih dari 3 tahun. Begitu juga dengan keduanya saudaranya. Mereka berdua ikut sang bapak merantau.
Penemuan mayat pertama kali ditemukan Sugeng, 40, tetangga korban. Sekitar pukul 19.30 malam, ia berpikiran mendobrak rumah korban yang terkunci rapat dari dalam.
Saat berhasil mendobrak dengan beberapa warga lain, pemuda yang tinggal di rumah sendirian itu ditemukan membusuk dengan lidah terjulur. Tak berlangsung lama, warga melaporkan kejadian ini ke petugas Polsek Trowulan.
Bersama tim identifikasi dari Polres Mojokerto, petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Usia dilakukan visum, mayat korban dirujuk ke RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.
Diduga kuat, korban mengakhiri hidupnya sejak 3 hari sebelum ditemukan. Pasalnya, menurut keterangan warga, Sabtu (10/4) malam korban masih menghadiri acara tahlilan di rumah tetanggnya.
Kapolsek Trowulan AKP Sugiyanto mengatakan, berdasar hasil identifikasi, di tubuh korban tak ditemukan tanda-tanda kekerasan sama sekali. ''Murni gantung diri. Karena tanda-tanda mencurigakan tidak ditemukan,'' kata Sugiyanto.
Sementara itu, di Dusun Seketi, Desa Jati Dukuh, Kecamatan Gondang juga ditemukan kakek yang tewas gantung diri. Adalah Suwardi, 60, ditemukan mati mengenaskan di teras rumahnya oleh tetangganya sendiri sekitar pukul 03.00 Rabu (14/4) dinihari kemarin.
Kakek renta itu tinggal di rumahnya bersama adiknya sejak beberapa bulan lalu. Sebelumnya, ia tinggal di rumahnya sendiri di Dusun Pulosari, Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu. Hingga berita diturunkan, belum jelas apa motif dari kenekatan korban tersebut. (ron/lal) (jawapos.co.id)





0 komentar:
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !