Mojokerto.web.id - Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto periode 2009-2014 diam-diam telah melaksanakan reses. Untuk kegiatan tersebut, setiap anggota dewan disediakan anggaran sebesar Rp 12 juta dari kantong APBD.
Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Mojokerto, Bambang Purbantoro mengatakan, seluruh anggota dewan sudah melaksanakan reses. Kegiatan yang agenda utamanya serap aspirasi tersebut dilaksanakan pada awal bulan April 2010. ''Resesnya sudah dilaksanakan tanggal 2, 3 dan 4 April 2010,'' katanya.
Menurutnya, reses yang dilakukan anggota dewan tersebut adalah kali pertama di tahun 2010. Sedianya, dalam setahun, reses bakal dilaksanakan tiga kali. ''Sehingga, nanti ada reses kedua dan ketiga,'' katanya.
Terkait anggaran sebesar Rp 12 juta untuk setiap anggota dewan, ditegaskannya, tidak termasuk untuk transportasi. Hal itu menyusul tidak diperbolehkannya peruntukan anggaran untuk keperluan tersebut. Yaitu, memberikan uang transport kepada konstituen atau masyarakat yang hadir. ''Anggaran itu untuk sewa tempat, konsumsi, penggandaan sampai pembuatan laporan. Namun, kalau untuk transport memang tidak ada,'' katanya tanpa menyebut total anggaran reses yang diploting dalam APBD 2010.
Terhadap pelaksanaan reses tersebut, sejumlah anggota dewan yang dimintai konfirmasi membenarkan sudah dilaksanakan. Bahkan, anggaran yang baru bisa diserap usai kegiatan, sudah diserap. Mereka telah melaksanakan kegiatan tersebut selama tiga hari di awal bulan April 2010. Dan, kegiatan tersebut adalah yang kali pertamanya. ''Anggarannya sudah. Laporannya juga sudah,'' ungkap seorang anggota dewan.
Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Syaiful Fuad mengatakan, laporan pelaksanaan reses anggota dewan sudah disetorkan. ''Sudah, tapi belum kami baca. Sehingga, belum bisa menyampaikan secara lengkap,'' katanya.
Namun, untuk pelaksanaan reses di daerah Kecamatan Puri, Sooko dan Trowulan, menurutnya, banyak masukan dari masyarakat. Diantaranya, sulitnya mendapatkan pupuk dan mahalnya harga, tarikan-tarikan di sekolah yang memberatkan warga, serta banyaknya proyek saluran air yang mutunya rendah. ''Mereka mengusulkan, hendaknya seperti ini dikerjakan sendiri oleh kelompok tani,'' katanya. (abi/yr) (jawapos)





0 komentar:
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !