KEMLAGI - Jalan yang menghubungkan Desa Mojokusumo-Berat Kulon, Kecamatan Kemlagi terancam terputus. Hampir separo badan jalan tersebut mengalami longsor. Hal itu menyusul penahan jalan yang dibangun bulan Februari 2010 tersebut ambrol.
Kondisi jalan yang selama ini menjadi akses warga Berat Kulon ke ibu kota Kecamatan Kemlagi tersebut mendapat perhatian kalangan dewan. Kemarin, Komisi C DPRD Kabupaten Mojokerto melihat langsung jalan yang longsor tersebut. ''Penahan jalan itu dibangun bulan Februari 2010. Dan, ambrolnya juga sudah bulan Februari itu,'' ungkap Ketua Komisi C, Heri Ermawan usai melihat lokasi kemarin.
Dengan masa pengerjaan tersebut, dikatakannya, bangunan penahan jalan itu masih menjadi tanggung jawab rekanan. Sehingga, rekanan yang mengerjakan proyek senilai Rp 350 juta itu harus memperbaiki. ''Ini masih dalam masa pemeliharaan,'' ujarnya.
Ambrolnya penahan jalan itu diduga karena tidak kuat menahan derasnya air sungai. Selain itu, juga karena faktor tanah yang gerak. ''Namun, semua itu dikembalikan lagi karena kualitasnya kurang bagus,'' katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Mojokerto, Sukarman membenarkan tentang waktu pengerjaan proyek penahan jalan itu. Kali pertama, menurutnya, pembangunannya dilaksanakan awal Januari 2009. Penahan itu bertahan hampir setahun. Pada Januari 2010, sudah retak dan ambrol. ''Pada bulan Februari 2010 diperbaiki, namun ambrol lagi,'' ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ambrolnya penahan jalan itu, dikatakan Sukarman, karena diterjang air sungai. Selain itu, kondisi tanah yang memang tanah gerak. ''Pada bulan Februari itu dibangun total,'' katanya.
Kondisi itu, ditegaskannya, akan diperbaiki. Namun, untuk itu bisa langsung dilaksanakan. Karena masih menunggu, pihaknya belum berani menyebutkan kebutuhan anggarannya. ''Untuk perbaikan menunggu sudah tidak hujan,'' ujarnya.
Pantauan Darmo di lokasi, hampir separo badan jalan beraspal tergerus. Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan penggunaan jalan, dipasang pagar di sekitar lokasi. Sedangkan, penahan yang ambrol diperkirakan sepanjang 15 meter. (abi/yr)
(jawapos.co.id)





0 komentar:
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !