Dinas Pendidikan Ngoro Kemalingan, Tiga Unit Komputer Amblas. Kantor UPTD Dinas Pendidikan Ngoro, yang berdiri di Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro, disatroni kawanan maling, Senin (12/4) dini hari. Sebanyak tiga Central Processor Unit (CPU) Pentium 4 dan sebuah monitor flat 21 inchi lenyap digondol pelaku.
Hilangnya dua perlengkapan komputer tersebut baru diketahui oleh salah satu pegawai sekitar pukul 07.30. Saat diketahui, atap ruang utama kantor tersebut sudah berlubang. Dan juga, perlengkapan komputer yang biasanya berada di atas meja para pegawai sudah tak ada di tempat.
Modus yang digunakan oleh kawanan pelaku, dengan menjebol atap gedung yang terbuat dari asbes tersebut dan mengacak-acak ruang kantor. Begitu juga saat mereka keluar membawa hasil curiannya. Yakni dengan mengangkatnya lewat atap gedung.
Mendapati kantornya disatroni maling, Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Ngoro, Sugiyanto, langsung melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Tak lama kemudian, jajaran Polsek Ngoro melakukan olah TKP.
Kepada penyidik kepolisian, Sugiyanto mengatakan, selain barang yang dicuri adalah aset negara, ia juga sangat menyayangkan adanya file data yang ada di dalam komputer itu. ''Ada banyak data penting di komputer itu. Data soal Unas, daftar murid sekolah di Kecamatan Ngoro, daftar gaji, dan sebagainya. Jadi, data ini benar-benar sangat penting,'' katanya.
Dengan adanya laporan tersebut, pihaknya berharap agar jajaran kepolisian segera menemukan komputer dan pencurinya.
Sementara itu, Kapolsek Ngoro, AKP Johar Nawawi saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian ini. Ia menjelaskan, setelah pihaknya melakukan olah TKP, sudah dapat disimpulkan bahwa pelaku dalam kasus pembobolan kantor ini lebih dari dua orang. ''Para maling lewat atap kantor. Dan pelakunya lebih dari dua orang,'' tuturnya.
Keyakinan tersebut ditemukan setelah petugas mendapati kursi kayu yang ditaruh oleh pelaku di atas sebuah meja yang digunakan untuk naik ke atas plafon. ''Kemungkinan besarnya, ada pelaku yang di bawah. Dan di atas ada pelaku yang mengangkatnya,'' imbuh Johar.
Hingga kemarin sore, diungkapkan Kapolsek, para penyidik masih sibuk melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang tak jauh dari lokasi kejadian. Dengan adanya aksi pencurian ini, pihak UPTD mengalami kerugian sedikitnya Rp 10 juta. (ron/yr)(jawapos.co.id)





0 komentar:
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !