Awalnya hanya iseng, lalu lama kelamaan menjadi salah satu pusat pengembangan perekonomian pedesaan. Khususnya dalam hal ternak dan pertanian. Itulah Desa Modopuro yang menjadi sentra pengembangan itik dan telur asin. Bagaimana wajahnya?
ABI MUKHLISIN, Mojosari
---
SEORANG pria berpakai ala petani terlihat di depan rumahnya terlihat santai. Namun rona wajahnya tiba-tiba berubah cerah saat melihat pengendara motor yang terlihat asing di desa itu. Dari mulutnya langsung meluncur kata-kata yang hampir setiap hari dia ucapkan.
''Mas, bebek Mas? Mau beli bebek kecil atau besar?'' katanya menawarkan. Si pengendara yang memang mencari bebek alias itik untuk ternak di rumahnya langsung mengiyakan. Mereka beranjak ke belakang rumah, tepatnya kandang besar tempat bermacam-macam bebek dikembangkan.
Itulah sebagian suasana di sepanjang rumah-rumah di Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari yang nyaris penuh ternak itik. Tak heran jika ''bau menyengat'' menjadi santapan sehari-hari di desa itu.
''Memang kalau soal bau ya sudah biasa,'' kata seorang petenak itik di desa itu tersenyum. Namun rata-rata para peternak sudah mengantisipasi dengan agar kandang atau ternak-ternaknya higienis. ''Selalu dibersihkan,'' tambahnya.
Di desa itu, hampir ratusan peternak itik atau bebek ada. Baik jenis itik ternak atau untuk telur asin. Sebagian bahkan sudah menjadi peternak telur asin.
Seperti Haji Samsul yang mengaku menekuni ternak bebek sejak puluhan tahun lalu. Bahkan dia mengaku lupa sejak kapan usaha peternakan itik tumbuh di Mojosari ini. ''Wah sudah lama,'' katanya.
Awalnya sangat sederhana. Itik digembalakan di pesawahan dan sungai oleh para petani di tengah kesibukan bercocok tanam. ''Sebenarnya sudah cukup lama orang Modopuro beternak itik. Kalau dulu hanya sebagai sambilan, pekerjaan utama tetap bertani,'' ungkap Samsul.
Namun lama kelamaan banyak sekali petani yang nyambi menjadi peternak itik. ''Lalu ramai-ramai beternak dan berkembang seperti ini,'' cetusnya. Apalagi, secara keuntungan, terbilang besar.
Seiring makin banyaknya industri rumah tangga yang memproduksi telur asin sekitar tahun 1990-an, pasaran telur itik di wilayah ini pun terkatrol. Para peternak terpacu meningkatkan kapasitas produksinya dengan menambah jumlah dan memperbaiki manajemen peternakannya.
Kegiatan beternak itik lambat laun menjadi kegiatan ekonomi utama dibandingkan dengan bertani. Bahkan, tak sedikit petani yang menjadikan lahan pertaniannya, terutama persawahan, untuk dijadikan areal peternakan itik.
Selain risikonya kecil, keuntungan ekonomi yang diperoleh lebih stabil dan relatif lebih besar. Kalau beternak itik, risiko-risiko atau ancaman kerugian besar nyaris tidak ada. Harga telur memang naik-turun, tetapi lebih stabil. ''Risikonya paling-paling harga pakan yang mahal,'' ungkap Samsul
Itik Mojosari berpotensi untuk dikembangkan sebagai usaha ternak itik komersial, baik pada lingkungan tradisional maupun intensif. Bentuk badan itik Mojosari relatif lebih kecil dibandingkan dengan itik petelur lokal lainnya, tetapi produktivitas telurnya cukup besar, enak rasanya dan digemari konsumen.
Tak heran apabila melihat aktivitas warga di Desa Modopuro adalah pemeliharaan itik, pembuatan telur asin, penjualan bebek goreng, serta pembuatan bebek asap. Di desa ini tidak ada anggota masyarakat yang menganggur. Semuanya hidup dari itik.
Bahkan untuk mengakomodir masyarakat tersebut Pemkab Mojokerto telah mendirikan kios penjualan ternak itik dan telur asin di desa tersebut. ''Memang pemerintah melihat pengembang itik di sana (Desa Modopuro) bisa mandiri, makanya pemerintah ikut memperhatikan peternak itik,'' ungkap Camat Mojosari Nanang Subagiyo.
Menurutnya melimpahnya produksi itik dan telur asin Mojosari tak terlepas dari banyaknya peternak dan itik di wilayah ini. Di Modopuro tercatat sekitar 300 peternak itik yang tersebar dan bergabung dalam kelompok tani ternak itik (KTTI).
Dan tahun 2003 meraih predikat sebagai KTTI terbaik tingkat nasional. Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh itik Mojosari, maka tak heran kalau itik ini menjadi objek uji coba untuk pengembangan itik lokal. Pada tahun 1996, Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi Bogor.
Nanang menambahkan untuk pemasaran itik dan telur asin Mojosari sudah merambah seluruh Indonesia. Selain itu Desa Modopuro sering mewakili Kabupaten Mojokerto dan Jawa Timur dalam pameran-pameran produk unggulan. ''Itik Mojosari ini sudah ikon Kabupaten Mojokerto dan Jawa Timur,'' katanya. (yr)(radar)





4 komentar:
membaca Artikel tersebut saya jadi pengin usaha ternak itik gimana cara mendapatkan info lengkapnya tlg hubg saya di 081368485127 mau lebih detail
ad telur tetas itik hibrida g,tlng sms k 08563062226...sy btuh,tlong
Jadi minat bosss.....
Ingin berkunjung ke tempat peternak tapi endak tau alamatnyaa.....
Tolong di Kirim alamat dan price list harga itik
andik_ad@yahoo.com
SALAM SEMUA,,,,,,,
kalo boleh saya mengabarkan,,,,bahwa saya membutuhkan seorang rekanan yg bisa memasarkan kupang hijau kondisi basah,,,ketersediaan barang dijamin...
trims.
info lebih lanjut hubungi:
A B D U L
081233503058
085649731234
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !