DLANGGU - Seorang pemuda yang mengalami gangguan jiwa, Eko Nur Mahadi, 28 warga Dusun/Desa Silirbaru, Kecamatan Sumberagung, Kabupaten Banyuwangi, tega membabat leher Widodo Hadi, 48 ayah kandungnya sendiri hingga nyaris terputus. Ini terjadi di Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jumat (9/4) petang.
Dugaan sementara jajaran kepolisian, pemuda ini tega membunuh ayahnya lantaran kesal telah dianggap mengalami gangguan jiwa. Menurut informasi yang berhasil dihimpun, kejadian tersebut bermula saat pelaku yang berobat di pengobatan alternatif di rumah Sutiani, 50 di kawasan Dlanggu. Sejak seminggu lalu, pemuda ini menginap di rumah tersebut untuk menjalani pengobatan.
Sejak ia menginap, pemuda ini hanya ditemani ibunya. Sedangkan, korban yang tak lain adalah ayah kandungnya itu baru menjenguk pelaku di Mojokerto sejak dua hari lalu. Jumat petang, korban mencuci pakaian kotor milik isteri dan buah hatinya di sebuah kamar mandi di samping rumah sang tabib.
Tiba-tiba, pemuda yang pernah mengalami kecelakaan lalu lintas yang berada di dalam rumah milik tabib tersebut tiba-tiba menghunus samurai hiasan dinding dan berlari ke arah korban.
Tanpa banyak kata, pemuda ini mengayunkan pedang mengkilat berukuran satu meter itu ke tengkuk ayahnya. Akibatnya, darah segar pun mengucur deras dari pria berkulit sawo matang itu. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Jika dilihat sekilas, tak ada yang aneh dari pemuda bertubuh kurus ini. Hanya saja, ia seringkali termenung sendirian. Pandangan matanya juga nanar. Bahkan, usai membunuh, pemuda ini juga tak berusaha melarikan diri.
Sementara itu, tak lama kemudian, jajaran petugas dari Polsek Dlanggu, yang mendapat laporan dari warga langsung mendatangi TKP untuk mengamanankan pelaku. Sedangkan, korban dilarikan ke RSUD Prof. Dr. Soekandar, Mojosari untuk dilakukan otopsi dan menyambung leher korban tersebut. Sabtu siang, jasad korban dijemput keluarga untuk dimakamkan di Banyuwangi.
Kapolsek Dlanggu, AKP Sahari saat dikonfirmasi mengatakan untuk mengetahui penyebabnya, pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku. ''Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Indikasinya memang seperti itu (mengalami gangguan jiwa, red),'' tukasnya.
Namun, untuk mendalami lebih lanjut, pihaknya menyerahkan perkara ini ke Polres Mojokerto.
Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Samsul Makali belum bisa dikonfirmasi. Menurut sumber di Polres Mojokerto, pelaku langsung ditahan di Mapolres Mojokerto. Meski di dalam sel, pemuda ini harus dikekang dengan tangan diborgol. (ron/lal)(jawapos.co.id)





0 komentar:
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !