Belum Setahun, Plengsengan di Banjaragung Ambrol

03/04/10
PURI - Sejumlah warga Dusun Unggahan, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri belakangan khawatir terendam. Hal itu menyusul plengsengan anak Kali Sadar yang melintas di wilayahnya ambrol. Sejak dibangun hingga sekarang, plengsengan tersebut diketahui belum setahun.

Ambrolnya plengsengan tersebut diketahui sejak Selasa (30/3) siang. Saat itu, kondisi sungai tidak sedang penuh air. ''Saya kira diesel di sawah. Ternyata suara plengsengan ambrol. Ya, siang hari,'' ungkap Abdul Basar, warga Dusun Unggahan ditemui di lokasi.

Karena rumahnya tak jauh dari titik plengsengan yang ambrol, dia mengaku khawatir air sungai meluber. Kekhawatiran tersebut menyusul saat ini masih musim penghujan. Sehingga, sewaktu-waktu air besar datang. ''Air bisa naik. Kalau di sini air sangat deras,'' katanya.

Pantauan Darmo di lokasi, plengsengan yang ambrol kurang dari 10 meter. Namun, di sisi kiri dan kanannya sudah retak. Diperkirakan kondisi tersebut bisa bertambah lebar. ''Ini kan masih musim hujan. Air sewaktu-waktu bisa datang,'' ungkap seorang warga lainnya.

Selama belum dibangun plengsengan, air sungai kerap meluap dan masuk ke perkampungan. Bahkan, untuk mengantisipasi itu, warga bergotong royong memberi glangsing. Namun, sejak dibangun plengsengan, warga sudah terbebas dari kekhawatiran dengan luapan air sungai.

Secara terpisah, Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Mojokerto, Hery Suwito yang dimintai konfirmasi perihal tersebut masih belum harus mengecek terlebih dulu. Sejauh ini, pihaknya belum mengetahui adanya titik ambrol di Dusun Unggahan itu. ''Kami harus mengecek dulu. Sebab, untuk pengairan, ada yang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, ada yang Dinas Pengairan. Karena itu, akan kami lihat dulu,'' katanya.

Kaitannya dengan kerusakan plengsengan atau tanggul, menurutnya, musim penghujan kali ini sangat banyak. Diantaranya, di Kali Lamong, Gembolo, dan Sungai Kintelan. Hal itu disebabkan curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan debit air sungai tinggi. ''Di sungai itu (Banjaragung) juga ada kerusakan dan belum dibenahi. Daerah belum mampu dan itu menjadi wewenang provinsi,'' katanya. (abi/yr) (jawapos.co.id)
Bookmark and Share

Tulisan Terkait Lainnya



0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !

 
 
 

Arsip

 
Copyright © Mojokerto.web.id Oleh Cak Rohman