Awak Bus Kuning (Mojokerto - Pasuruan) Demo Lagi

11/04/10
PUNGGING - Awak Bus Kuning (Mojokerto - Pasuruan) Demo Lagi. Aksi mogok para awak bus kuning di Sub Terminal Pungging yang dimulai sejak Selasa (6/4) lalu hingga Sabtu (10/4) masih berlanjut. Bahkan untuk menunjukkan keseriusan aksinya itu, para awak menginap di terminal.

Aksi yang dilakukan oleh awak bus kuning ini lantaran ketidakpuasan para awak terhadap kebijakan pemerintah terkait perubahan rute trayek. Dalam Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 42 Tahun 2009 menyatakan bahwa bus kuning jurusan Mojokerto-Pasuruan dilarang memasuki area Mojosari.

Bus Kuning harus masuk terminal baru dan masuk ke arah Lebaksono, Awang-awang, Belahan Tengah, Sumber Tanggul, dan masuk jalur utama Pekukuhan, kemudian lurus menuju ke Terminal Kertajaya Kota Mojokerto. ''Kita mau makan apa kalau harus berputar-putar seperti ini?,'' kata Sutrisno, salah satu sopir bus kuning saat aksi kemarin.

Pria yang sudah 15 tahun mengemudikan bus kuning tersebut menjelaskan bahwa rute yang ada di Perbup itu membunuh sandang-pangannya. Bayangkan saja, selain persawahan, rute terbaru juga hanya melewati perkampungan yang sangat sedikit potensi penumpangnya. ''Bisa-bisa anak dan isteri saya nggak makan kalau pemerintah memberlakukannya,'' cetus Sutris.

Mogoknya 84 bus tersebut, disambut jajaran kepolisian dan Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten Mojokerto. Sejak pagi, seluruh awak angkutan umum berkumpul di terminal Pungging untuk mencari jalan keluar. Hasilnya?. Hingga pukul 15.00, pertemuan tersebut tak ada titik temu.

Awak bus kuning yang memarkir armadanya di terminal baru itu bersikukuh untuk tetap pada jalur semula. Yakni melewati jalan Brawijaya dan masuk di Jalan Gajahmada. Mereka beralasan, jika harus berpindah rute, maka pendapatan para sopir bus kuning akan mengalami penurunan drastis.

Selama ini, dalam sehari para sopir hanya bisa membawa pulang rata-rata Rp 40 ribu sampai 50 ribu saja perhari. Bahkan, kalau sepi penumpang, mereka hanya bisa makan dan minum saja tanpa membawa pulang uang untuk keluarga. ''Bahkan untuk beli rokok saja tidak bisa,'' cetus sopir yang lain.

Aksi mogok para sopir ini bermula ketika mereka dihadang petugas untuk tidak masuk ke kota. Mereka harus memutar dan keluar jalur di kawasan Pekukuhan, Mojosari. Seluruh bus diharuskan melewati trayek baru lewat jalur selatan.

Sopir maupun kondektur menyatakan bakal terus melakukan aksinya tersebut hingga bisa mendatangi Pemkab Mojokerto. ''Kami masih mengajukan izin ke pemkab bertemu bupati. Tapi, sampai sekarang izin itu belum keluar,'' katanya.

Sementara itu, akibat mogok tersebut, penumpang yang hendak ke Mojosari dan biasanya naik bus kuning, terpaksa menggunakan jasa angkutan lyn.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Mojokerto, AKP Lamudji usai melakukan hearing dengan perwakilan awak bus mengatakan bahwa pihaknya masih ikut mencari solusi terhadap aksi mogok sopir bus itu. ''Kami masih berusaha mencari jalan keluar. Biar tidak ada yang dirugikan. Tidak ada yang dianaktirikan,'' katanya. (ron/lal)(jawapos.co.id)
Bookmark and Share

Tulisan Terkait Lainnya



1 komentar:

hans mengatakan...

yang benar sajalah pemkab mojokerto gara2 peristiwa ini penumpang banyak yang terlantar di daerah mojosari apalgi yang dari arah pasuruan dan ngoro yang mau kemojosari yang mau ke panjer dan pasar lawas yang adil dong pemkab jangan semena-mena karna banyak penumpang yang terlantarkan ingat bupati dipilih oleh kami rakyat kecil kalau seperti ini kami tidAK akan memilih bupati yang sekarang menjadi bupati lagi,pikirkan perut rakyatmu jagan pikirkan perutmu sendiri bos. NGAWOR TOK JADI BUPATI.

Poskan Komentar

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !

 
 
 

Arsip

 
Copyright © Mojokerto.web.id Oleh Cak Rohman