Wow, 7.800 Warga Kota Pengangguran

22/03/10
Kota Mojokerto - Sebanyak 7.800 warga Kota Mojokerto saat ini tidak memiliki pekerjaan alias menganggur. Sebagian besar penyebabnya karena minimnya keahlian mereka sementara lapangan pekerjaan yang dibuka oleh perusahaan kecil maupun besar juga sempit.

Bahkan, angka tersebut berpotensi membengkak jika mereka tak segera mendapat perhatian. Angka pengangguran yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) itu yang disampaikan langsung Wali Kota Abdul Gani Soehartono kemarin.

Menurutnya, tingginya angka pengangguran di Kota Mojokerto hingga mencapai lebih dari 7.800 jiwa akan menjadi atensi khusus Pemkot Mojokerto. Karena, dari ribuan penganggur dari kelompok angkatan kerja produktif ini, sebagian besar tak memiliki keahlian (skill). Setidaknya sikap serius pemkot itu ditunjukkan, melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. ''Kondisi ketenagakerjaan, utamanya menyangkut keahlian bagi angkatan kerja perlu penanganan yang serius. Karena, jika tidak diberangi pembekalan skill, maka angka pencari kerja sebanyak lebih dari 7.800 jiwa yang disajikan BPS akan terus membengkak," ungkap Abdul Gani.

Dari data BPS tahun lalu, lanjut Abdul Gani, angkatan kerja mencapai 59.872 orang. Kesempatan kerja yang tersedia hanya untuk 52.056 orang. Sehingga sebanyak 7.816 jiwa diantaranya terkategori penganggur. ''Penganggur kebanyakan karena tidak memiliki keahlian, sehingga lemah di bursa kerja," katanya.

Sementara itu, dalam suatu pembukaan pelatihan di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mojokerto beberapa waktu lalu, terhadap peserta pelatihan orang nomor satu ini mengingatkan, agar mereka lebih berorientasi pada kewirausahaan. Sebaliknya tidak terlalu berharap masuk di bursa tenaga kerja sektor formal.

Namun lebih mampu menciptakan peluang lapangan kerja. ''Makanya, kembangkan keterampilan yang didapat. Lakukan upaya jemput bola, jangan statis. Terpenting lagi, karena bidang yang digeluti menyangkut jasa, harus tepat waktu, tepat hasil," tegasnya.

Kepala Disnaker Kota Mojokerto, Bagus Wahyu Broto mengatakan, jenis pelatihan bagi angkatan kerja yang digelar pihaknya, yakni pelatihan menjahit lanjutan, rias pengantin, teknisi HP dan otomotif mobil bensin yang digelar pihaknya disesuaikan dengan kebutuhan pasar. ''Untuk kepentingan ini kami menggandeng lembaga pelatihan setempat," bebernya. (ris/yr) (jawapos.co.id)
Bookmark and Share

Tulisan Terkait Lainnya



0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !

 
 
 

Arsip

 
Copyright © Mojokerto.web.id Oleh Cak Rohman