Siswa SMP PGRI Bangsal, Sering Bolos, Dilarang Ikut Unas

30/03/10
Bangsal - Seorang siswa di SMP PGRI Bangsal bernama Muhammad Helga Trio Saputra, 17 dilarang mengikuti Unas oleh pihak sekolah dikarenakan terlalu sering bolos sekolah. Akibatnya, anak dari pasangan H. Hadi Supriyanto, 38 dan Sunamik, 35 warga Dusun/Desa Pacing, Kecamatan Bangsal ini terancam tak lulus ujian.

Menurut keterangan Hadi, anak ketiga dari empat bersaudara ini tidak diperbolehkan mengikuti Unas karena pihak sekolah menilai anaknya sering kali tidak masuk sekolah. Namun, meski ada pelarangan ikut Unas, namun keluarga tak pernah mendapat layangan surat dari sekolah. ''Apa hanya karena masalah bolos saja, anak saya tidak boleh ikut Unas?'' tukasnya kepada Darmo, Senin (29/3) pagi.

Ia menjelaskan, selama ini anaknya sudah berusaha untuk masuk ke ruang sekolahnya untuk menimba ilmu. Namun, ia selalu diusir oleh para guru yang mengajarnya untuk tidak lagi masuk ke ruang kelas. Begitu juga ujian nasional berlangsung. Anaknya tidak diberi nomor ujian. ''Padahal, nomor anak saya susah turun dari Diknas,'' ungkapnya.

Meski anaknya tidak diperbolehkan mengikuti Unas, berbagai usaha sudah dilakukan oleh Hadi. Diantaranya adalah mendatangi pihak sekolah untuk memberikan kesempatan terakhir kepada anaknya untuk mengikuti ujian. Hasilnya, pihak sekolah menolaknya.

Alasannya, karena Helga sudah keterlaluan dan tak bisa lagi dimaafkan. Sehingga, keputusan mengeluarkan siswa tersebut adalah jalan terbaik sekolah. ''Apakah tempat pendidikan memang harus seperti itu? Apakah itu didikan yang bagus?'' tanya Hadi.

Hal yang sama juga diungkapkan Sunamik. Ibu Helga ini juga sangat menyesalkan sikap sekolah yang nampak kaku dan tak bisa melihat jauh nasib pendidikan bagi anaknya. Diungkapkannya, selama ini anaknya selalu berangkat sekolah dengan rajin.

Namun, saat jam pelajaran sekolah belum usai, anaknya sudah pulang dengan muka kusut. ''Saya disuruh pulang sama pak Guru. Katanya saya sudah tidak diakui sebagai siswanya,'' tukasnya menirukan kalimat anaknya yang diucapkannya beberapa hari sebelum Unas berlangsung.

Merasa diperlakukan tidak adil oleh pihak sekolah, sebagai sang ibu hanya bisa menangis. Ia tak bisa melakukan apapun kecuali hanya menunggu suami datang kerja dan melaporkannya.

Setelah dilaporkan kepada sang suami, ceritanya, esok paginya suaminya mendatangi kepala sekolah. Namun harapan keluarga sungguh di luar dugaan. Pihak sekolah merasa berada di jalur yang benar dengan keputusannya itu; mengeluarkan siswanya mendekati Unas berlangsung.

Sementara itu, Kepala SMP PGRI Bangsal, Sumadi saat dikonfirmasi membenarkan bahwa siswanya memang tak diperbolehkan ujian karena sering kali membolos sekolah.''Lihat saja di surat pernyataan ini,'' katanya sembari menunjukkan selembar surat bermaterai kepada para wartawan di ruangannya.

Dalam surat yang tertanda tangan 22 Desember 2009 tersebut dapat disimpulkan jika Helga melanggar peraturan sekolah, maka ia bersedia tidak dididik di sekolah itu. ''Secara otomatis anak ini keluar dari sekolah,'' terang Sumadi.

Apakah peraturan tersebut kaku dan tidak memperhatikan nasib siswa? Dengan nada tinggi, kepala sekolah berkaca mata ini menampiknya. Ia hanya berpatokan pada selembar surat yang ada di depannya itu.

Merasa terpojok, Sumadi pun sempat mengancam wartawan. Jika tulisan yang dikorankan tidak berimbang, maka ia akan melayangkan somasi kepada sang wartawan. ''Awas kalau ada apa-apa. Saya bisa melakukan somasi,'' katanya masih dengan nada tinggi pula.

Akan Panggil Kasek

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Muhammad Talqin langsung berang. Alasannya, dalam aturan yang berlaku, memberhentikan siswa dan tidak diperbolehkan mengikuti Unas, ada banyak hal yang harus dilalui.

Untuk mengklarifikasi permasalahan tersebut, Kadispendik akan memanggil kepala sekolah yang bersangkutan. ''Hari ini akan saya panggil Kasek untuk melakukan klarifikasi ke dinas. Dan orang tua siswa juga akan kami mintai keterangan,'' katanya singkat. (ron/yr)
Bookmark and Share

Tulisan Terkait Lainnya



0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !

 
 
 

Arsip

 
Copyright © Mojokerto.web.id Oleh Cak Rohman