Pemiliah RT Kelurahan Miji, Pulang Bawa Durian dan Sayuran

02/02/10
MIJI - TEPAT setelah azan salat isya di Lingkungan Kedungkwali Gang 9, Kelurahan Miji, Kecamatan Prajurit Kulon dan sekitarnya berkumandang, puluhan warga satu per satu mendatangi rumah salah satu warga di RT 3/RW 2. Ada yang berangkat bersama keluarga, sebagian lainnya memilih jalan sendiri menuju rumah Mustofa.

Malam itu, Mustofa bukan hanya bertindak sebagai tuan rumah, tapi berstatus satu calon dari empat calon ketua RT. Masing-masing Tamin, Arkom dan Dimyati. Para calon itu sebelumnya sudah melalui tahap seleksi penjaringan laiknya tahapan politik yang sedianya dilakukan sebuah partai politik. Baik menghadapi pilkada, pilgub maupun pilpres.

Antuasiasme warga mengikuti ajang pemilihan ketua RT sendiri bukan saja nampak dari mereka bergerombolan mendatangi rumah Mustofa. Sebelumnya, tanpa paksaan, dengan senang hati warga patungan biaya untuk penyelenggaraan pemilihan yang baru kali pertama digelar.

Setelah sebelumnya dipegang oleh Tatang Zaelani, ketua RT lama yang menjabat selama 20 tahun. ''Warga secara sukarela patungan Rp 5.000 per orang. Hasil yang terkumpul kita gunakan untuk biaya pemilihan,'' ujar Choiron, panitia pemilihan RT.

Meski diwarnai hawa dingin dan rintikan hujan, proses pemilihan sendiri tetap dipadati warga. Bukan saja dari mereka yang punya hak pilih sebanyak 133 orang, tetapi warga lain yang tinggal diluar RT 3 RW 2 juga berdatangan. Sesekali warga yang sudah berkumpul, memberikan suport dan teriakan kepada 4 calon yang didukung. Tapi sebagian lainnya justru diam-diam menjagokan salah satu kandidit. Dengan pertimbangan ringan tangan dan mempunyai toleransi tinggi.

Hasil patungan warga yang berhasil terkumpul Rp 260 ribu, oleh panitia penyelenggara bukan digunakan sebagai biaya honor panitia dan pengawas. Tapi, uang tersebut dikembalikan kepada warga kala menggunakan hak pilihnya. Namun, bukan dalam bentuk uang, sesuai kesepakatan panitia, dimanfaatkan untuk membeli sayur-mayur dapur dan buah-buahan.

''Tapi bukan untuk dimasak panitia. Siapa yang menggunakan hak suaranya bisa membawa pulang sayur dan buah yang ada," terang pria berambut gondrong yang bertugas memanggil pemilih.

Di langit-langit bangunan rumah Mustofa, sayuran yang ada memang bentuknya berbagai jenis. Dengan cara digantung diketahui berjenis cabe, kacang panjang, terong, kentang dan kubis. Sedangkan buah-buahan yang ada, panitia sengaja membeli beberapa durian berukuran besar.

Durian yang ditaksir seharga Rp 40 ribu per buah itu, diperuntukkan bagi pemilih yang beruntung pada malam itu. Tetapi beruntung tidaknya pemilih bergantung nomor kupon yang ada. ''Kalau cocok dengan nomor durian, ya dia yang behak memawa pulang durian,'' imbuh Choiron.

Tepat pukul 20.00 proses pemilihan berlangsung. Puluhan kursi yang disediakan panitia pun sudah dipenuhi warga. Meski setingkat RT, 4 calon yang semula sempat bercanda pun tak bisa mengusir ketegangan. Hati berharap cemas pun mulai tampak. Tepatnya saat memasuki proses penghitungan.

Mata keempat calon memandang papan penghitungan. Satu per satu panitia mengeluarkan kertas suara yang dicontreng dari dalam kotak suara, dan dilanjutkan dengan menghitung perolehan masing-masing calon. Namun, tidak membutukan waktu lama, setelah isi kotak suara dikeluarkan, pilihan warga akhirnya jatuh pada Mustofa.

Dengan perolehan Mustofa mendapat 92 suara, Tamin 21 suara, Arkom 11 suara dan Dimyati 4 suara. ''Dengan demikian pemenangnya adalah Mustofa dengan 92 suara,'' papar salah satu penitia sembari melihat papan perolehan suara.

Walau akhirnya sang tuan rumah terpilih memimpin RT 3 untuk tiga tahun ke depan, tiga calon lainnya tetap menunjukkan sportivitas. Satu per satu mereka mengucapkan selamat dan menyatakan siap mendukung kepemimpin Mustofa untuk memperbaiki pemerintahan di RT 02. Ditemui seusai pemilihan, Mustofa mengaku tidak sepersepun mengeluarkan uang kepada pemilih. Baik yang bersifat sembako atau pemberian uang tunai guna mendukung dia menjadi ketua RT.

''Tidak ada bom-boman (money politics, Red) semua berlangsung fair. Yang ada, justru sayur-sayuran," kelekar pengusaha sablon ini. Sebaliknya dia menduga, antusiasme warga dalam pemilihan ini karena ingin memiliki ketua RT yang baru dan lebih mudah. ''Kemungkinan seperti itu. Sebab Pak Tatang sudah lama berkiprah, sekitar 20 tahun menjadi ketua RT," tambahnya.

Dengan terpilihnya Mustofa, warga berharap lingkungan yang dia pimpin semakin maju. Masyarakat lebih sadar kebersihan baik di dalam maupun diluar rumah. Serta senantiasa menjalankan program pendidikan Kota Mojokerto Berlingkungan Pendidikan (KMBP).

''Tentunya harus mendapat dukungan masyarakat, tanpa itu kita sulit mewujudkan,'' tandasnya sembari mengaku mendapat tugas perdana dengan membagikan kupon mitan kepada warga. (yr)
MOCH. CHARIRIS, Mojokerto (radar)
Bookmark and Share

Tulisan Terkait Lainnya



0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !

 
 
 

Arsip

 
Copyright © Mojokerto.web.id Oleh Cak Rohman