Pasar Ikan Rp 1,8 M Mangkrak

16/02/10
KOTA - Pasar ikan di Jl Pemuda Mojokerto yang pembangunannya menyerap anggaran sekitar Rp 1,8 miliar mangkrak. Sejak dibangun tahun 2008 hingga sekarang, pasar tersebut belum berfungsi maksimal. Sehari-harinya tidak pernah ditempati pedagang laiknya sebuah pasar.

Pantauan Darmo di lokasi, tak ada aktivitas perdagangan di pasar yang di bangun dua tahap itu. Kondisi sangat kotor dan saluran air belum dilengkapi kran. Pasar ikan tersebut kali pertama dibangun tahun 2008. Pembangunannya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 1,6 miliar dikerjakan PT Mitra Hutama Karya Mandiri.

Tak hanya diperuntukkan pemasaran ikan, namun juga dilengkapi beberapa stan. Salah satunya terlihat sudah dimanfaatkan warung nasi. ''Pernah ditempati, tapi hanya seminggu. Karena tidak laku, sudah tidak ditempati lagi,'' ungkap warga sekitar yang ditemui di lokasi pasar ikan.

Belum cukup itu, Pemkab Mojokerto melalui Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan mengucurkan anggaran lagi untuk membenahi area tersebut. Bersumber anggaran dari APBD 2009, pemerintah membangun gapura dan memasang paving di halaman pasar. Sesuai papan proyek, pengerjaan tersebut menyedot anggaran sekitar 263,1 juta yang dilaksanakan CV Duta Prima pada 18 Agustus 2009. ''Kalau bangunan pasarnya sudah lama, tahun 2008. Tapi, kalau paving dan gapuranya masih baru,'' katanya.

Menyikapi kondisi tersebut, Senedi, anggota DPRD Kabupaten Mojokerto yang melihat langsung kondisinya mengaku prihatin. Terlebih melihat besarnya anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan tersebut. ''Anggaran untuk pasar ikan itu tidak sedikit. Mencapai Rp 1,8 miliar. Itu kan dibangun dua kali. Tahun 2008 dan 2009. Kami sendiri tidak tahu, pertimbangannya dulu membuat pasar ikan di sini,'' katanya.

Karena sudah terlanjur menyedot anggaran, pihaknya meminta Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan mengambil langkah. Termasuk, melakukan upaya konkrit agar pasar ikan ini bisa bermanfaat. Memang, dikatakannya, keberadaan pasar ikan yang jauh dengan pasar raya Mojosari, akan menyulitkan. ''Apa akan terus dibiarkan mangkrak seperti ini,'' ujar Senedi.

Sementara itu, Asisten II Setdakab Mojokerto sekaligus mantan Plt Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Pemkab Mojokerto, Soegito mengatakan, pasar tersebut tetap berfungsi. Hanya, menurutnya, masih belum maksimal. ''Itu hanya Sabtu dan Minggu. Kami kerjasama dengan pedagang ikan dari Brondong. Setiap Sabtu dan Minggu, dia ke Mojosari mengantarkan ikan,'' katanya.

Sampai di pasar ikan Mojosari, sudah ada yang menjual. Sehingga, dikatakannya, belum menyentuh pedagang ikan di pasar raya Mojosari. ''Pernah, pedagang itu berjualan di pasar ikan, tapi tidak laku. Kan memang belum ada even-even di pasar itu,'' ungkapnya. (abi/yr)
Bookmark and Share

Tulisan Terkait Lainnya



0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !

 
 
 

Arsip

 
Copyright © Mojokerto.web.id Oleh Cak Rohman