Para Siswa Peraih Juara I Lomba Menulis Surat untuk Bupati

17/02/10
Wahyu Usul Taman Baca, Shane Peduli SMP Swasta

Setelah melalui babak final, juara I lomba menulis surat untuk Bupati Mojokerto, Suwandi diketahui. Tingkat SMA diraih Wahyu Sakinah Rahmawati, siswi kelas X-1 SMAN I Trawas. Sedangkan, tingkat SMP diraih Shane Savera Sa'diyah, siswi kelas VII-G SMPN I Puri.

ABI MUKHLISIN, Mojokerto

---

Haru bercampur bangga nampak di wajah Nunuk Hartini. Perempuan itu tak lain adalah ibu kandung Wahyu Sakinah Rahmawati. Perasaan tersebut begitu saja muncul seiring anak keduanya itu dinobatkan sebagai juara I lomba menulis surat untuk bupati. Di tempat itu juga, di Pendapa Graha Majatama Pemkab Mojokerto, dia menyambut hangat anaknya usai menerima piala. Tak henti-hentinya, perempuan yang sehari-harinya membuka warung tersebut mendampingi anaknya. ''Bapaknya namanya Rahmad. Sehari-harinya ngojek di Trawas,'' ungkap Nunuk yang duduk di samping Wahyu.

Bangga juga dirasakan Wahyu. Kedua tangannya terus memegang erat piala yang diterima. Sedangkan, penghargaan lain dibawa sang ibu. Wahyu berhak menyandang juara I lomba setelah surat yang ditulisnya menjadi yang terbaik. Duduk di bangku kelas X di SMAN I Trawas tak membuatnya minder atau berkecil hati. Dengan dorongan semangat orang tua, keberaniannya muncul. Keberanian mengungkapkan uneg-uneg yang sudah lama tersimpan di benaknya kepada Bupati Mojokerto Suwandi. ''Saya usul ada dibangun taman baca,'' ungkap siswa asal Desa/Kecamatan Trawas ini.

Sesuai sebutannya, taman baca, konsep yang ditawarkan adalah benar-benar taman. Tak cukup satu, namun dibangun di setiap kecamatan di Kabupaten Mojokerto. ''Membaca tidak hanya di dalam ruangan. Namun, bisa di luar. Ya, di taman itu,'' kata siswa berjilbab itu.

Senyum Wahyu terus mengembang. Dengan piala masih di tangan, dia membeber semua keinginan atau gagasan yang diungkapkan dalam suratnya. Taman baca dibangun di tempat atau lokasi yang gampang dijangkau, masyarakat umum maupun siswa. ''Bisa dibangun di pusat kecamatan,'' katanya.

Munculnya gagasan penyediaan taman baca itu, ternyata berangkat dari keprihatinannya terhadap maraknya pengguna facebook. Terutama di kalangan pelajar. Wahyu yang memandang banyak sisi negatif dari facebook tersebut, melihat perlu ada penyeimbang. Terlebih, budaya baca terus luntur. ''Taman baca itu untuk mengimbangi maraknya facebook. Juga untuk menumbuhkan kembali budaya baca,'' katanya.

Tak sekadar menyimpulkan dan mengungkapkan melalui tulisan surat, namun Wahyu sudah melakukan pengamatan. Para siswa sekarang, lebih senang facebook-an daripada mengerjakan PR dari guru. Memang, tidak semua. Namun, perlu adanya penyeimbang. ''Yang saya ketahui selama ini begitu. Justru membuka facebook, daripada mengerjakan PR,'' katanya.

Perasaan bangga dan bahagia bertambah, setelah mengetahui mendapat beasiswa kuliah di Undar Jombang. Didampingi ibunya, dia bertekad melanjutkan sekolah. ''Saya sangat senang. Saya akan kuliah,'' ungkap siswa yang selalu meraih rangking I sejak SD itu.

Perasaan bangga dan bahagia juga terpancar dari wajah Shane Savera Sa'diyah. Siswi SMPN I Puri ini berhasil meraih juara I lomba menulis surat untuk bupati tingkat SMP. Kehadirannya di Pendapa Graha Majatama didampingi bapaknya, Badrut Tamam dan guru Bahasa Indonesia, Elik Waluya Ningsih.

Berbeda dengan Wahyu, dalam suratnya untuk Bupati Suwandi, Shane mengusung keberadaan sekolah swasta. Berawal dari curhat seorang temannya yang sekolah di SMP swasta, dia meluapkan dalam suratnya itu. Ada harapan besar, kualitas sekolah swasta sama dengan negeri. ''Di sekolah swasta, fasilitas kurang memadai, dan kemakmuran (kesejahteraan) guru harus ditingkatkan,'' katanya yang sehari-hari tinggal bersama orang tuanya di Perum Lawang Asri, Desa Sumolawang, Kecamatan Puri ini.

Usai menerima curhat dari temannya itu, ada dorongan kepedulian yang tiba-tiba saja muncul. Harapan besar, agar pemerintah bisa memberi fasilitas yang memadai untuk sekolah swasta. Pun dengan kesejahteraan gurunya. ''Sehingga, kualitas sekolah swasta sama dengan negeri,'' ungkapnya.

Untuk menulis, lomba menulis surat untuk bupati memang bukan kali pertama. Meskipun bercerita tentang dirinya, dia pernah menulis cerpen. Karena itu, dia berniat memanfaatkan hadiah yang diraih untuk membeli komputer. (nk) (jawapos.co.id)
Bookmark and Share

Tulisan Terkait Lainnya



1 komentar:

Anonim mengatakan...

mohon maaf ! saya ingin tahu apa yg d'tulis oleh siswa tersebut !

Poskan Komentar

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !

 
 
 

Arsip

 
Copyright © Mojokerto.web.id Oleh Cak Rohman