Ancaman banjir di Kota Mojokerto tak terelakkan. Hujan lebat yang mengguyur kota dengan dua kecamatan pada Kamis (25/2) malam menggenangi ribuan rumah penduduk. Genangan air yang hampir terjadi di sebagian besar kelurahan itu akibat curah hujan tinggi, namun tidak disertai drainase yang memadai. Akibatnya warga terpaksa keluar rumah sembari menunggu surutnya air yang menggenangi rumah mereka selama hampir semalam.
Data yang berhasil dihimpun Darmo dua kecamatan masing-masing, Kecamatan Prajurit Kulon dan Kecamatan Magersari tak luput dari banjir. Di Kecamatan Prajurit Kulon misalnya, dari 8 kelurahan yang ada 5 diantaranya dilaporkan tergenang. Yakni Kelurahan Kranggan, Miji, Surodinawan, Blooto dan Kelurahan Mentikan.
Sedangkan di Kecamatan Magersari tak luput dari langganan banjir adalah Kelurahan Meri, Gunung Gedangan, Purowotengah, Wates dan Gedongan. Meski begitu, banjir yang menggenani rumah warga sejak pukul 19.30 itu terparah dialami warga Kelurahan Kranggan dan Miji. Di Kelurahan Miji tepatnya lingkungan Miji Baru 3 ketinggian air mencapai 90 sentimeter.
Bahkan untuk menghindari itu warga hanya bisa menyelamatkan barang berharga dan perabot rumah tangga agar terhindar dari genangan dan derasnya air.
Ketua RW 2 Lingkungan Miji Baru 3, Kelurahan Miji mengatakan, banjir terjadi menyusul curah hujan tinggi yang terjadi selama 3 jam. ''Genangan air di sini biasa terjadi, tapi tidak setinggi ini. Mungkin sakarang bisa dikatakan paling parah dari sebelumnya,'' ujarnya.
Di lingkungan itu sedikitnya 60 rumah warga terendam banjir. Keresahan warga bertambah setelah debit air kali sadar meningkat. Bahkan peningkatan yang nyaris meluber ke perkampungan, membuat mereka ketar-ketir antara menyelamatkan barang dan menghalau air sungai agar tidak masuk ke area perkampungan.
''Kalau ketinggian air sungai tidak seperti itu 2 sampai 3 jam air di sini bisa cepat surut. Tapi kita tidak berani membuka pintu pembuangan air ke Kali Sadar jika kondisi seperti ini,'' tambahnya.
Dengan begitu warga hanya bisa menunggu debit Kali Sadar menurun sembari terus memantau perkembangan sungai. Kondisi yang sama juga dialami warga Lingkungan Ngaglik Kelurahan Kranggan. Sedikitnya 400 rumah warga dari 7 RT di RW 4 terendam setinggi lutut orang dewasa.
Meski bukan dari air sungai, namun banjir yang dialami menyebabkan warga keluar rumah dan menjaga perabotan dari luar. ''Air yang masuk ke perkampungan kami dari dua sisi. Pertama datang dari area persawahan dan sungai-sungai kecil,'' terang Riyono warga RT 3 RW 4.
Di lingkungan itu, kepanikan warga juga terjadi. Lingkungan yang dihuni sekitar 500 kepala keluarga (KK) berdekatan dengan bibir Kali Sadar. Sehingga, jika luapan air dari sebagian wilayah Kabupaten Mojokerto yang sudah setara dengan ketinggian plengsengan terus meningkat, bukan tidak mungkin warga akan mengungsi. ''Harapan kita air Kali Sadar itu tidak semakin meluber. Jika benar kita tidak tahu harus berbuat apa," tegasnya.
Tak hanya rumah warga komplek perumahan polisi di Jalan Pahlawan termasuk rumah dinas Kapolres Mojokerto AKBP Onto Cahyono juga digenangi air. Petugas yang dilibatkan dalam penanganan keamanan terpaksa turut menyelamatkan perabotan dan barang berharga.
Sementara itu di tempat lain, seperti lingkungan Kedungkwali, Sinoman Kelurahan Miji, Perumda Kelurahan Blooto dan Kelurahan Meri hingga berita ini ditulis genangan air yang masuk ke dalam rumah warga belum juga surut.
Karena itu warga hanya bisa pasrah menunggu dan lebih memilih meninggalkan rumah dengan mengungsi sementara ke tetangga dan sanak keluarga. Hal itu tak lain lantaran drainase di sebagian besar wilayah Kecamatan Prajurit Kulon dan Kecamatan Magersari tidak bisa berjalan dengan normal. Terutama di Kelurahan Mentikan yang mengarah ke Jalan Jaksa Agung Suprapto-Jalan Residen Pamuji-Jalan Empunala hingga keluar wilayah Kecamatan Mojoanyar.
''Akibat banjir kali ini kita terpaksa meliburkan pekerja. Karena bahan dan lokasi pengerjaan alas kaki semua terendam," tambah Choiron pengurus Kompak (Komite Pengusaha Alas Kaki) yang tinggal di Kelurahan Miji. Meski begitu hingga kini belum diketahui berapa kerugian yang dialami. Sebab belum ada keterangan resmi dari pemkot maupun pihak terkait. (ris/yr)(radar)





0 komentar:
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !