Mojokerto.web.id - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Mojokerto menjaring bakal calon bupati (Bacabup) di gedung auditorium PCNU Kabupaten Mojokerto Jalan RA Basuni, Sooko, Mojokerto, Sabtu (23/1) siang.
Hadir dalam acara yang bertajuk Refleksi Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke 84 tahun dan Menyongsong Muktamar NU ke-32 itu ada tiga bakal calon bupati yang muncul. Mereka adalah Drs. H. Suwandi, MM, DR. KH. Dimyati Rosyid, MA (Gus Dim) dan H. Mustofa Kamal Pasha, SE.
Tiga bakal calon yang lahir dari NU tersebut mendapat kesempatan untuk menyampaikan visi misi di hadapan ribuan pengurus yang berasal dari 316 ranting, Majelis Wilayah Cabang (MWC), PCNU, hingga PWNU.
Ketiga balon bupati tersebut, sama-sama berjanji membesarkan nama NU di Mojokerto. Semuanya berkomitmen mengembangkan NU di masa mendatang.
Ketua Tanfidz PC NU Kabupaten Mojokerto, KH Syihabul Irfan Arif (Gus Irfan) saat dikonfirmasi usai acara mengatakan bahwa acara ini digelar bertujuan untuk mengetahui komitmen kandidat bupati yang dilahirkan dari NU. ''Komitmen mereka seperti apa terhadap NU?. Apakah NU hanya akan dijadikan sebagai kuda untuk mencapai kekuasaaan atau tidak,'' tukas Gus Irfan.
Meski acara digelar hingga siang hari, tidak ada agenda mengerucutkan siapa calon yang didukung PC NU dalam perhelatan Pilkada Mojokerto nanti. Pasalnya, waktu Pilkada 2010, hingga kini belum ditentukan KPU Kabupaten Mojokerto.
Gus Irfan menjelaskan, dalam waktu dekat nanti, PCNU kembali bakal menggelar acara yang sama dan akan memutuskan siapa kandidat yang secara resmi didukung warga nahdliyin. Kontrak kerja menjadi salah satu pilihan untuk menetapkan pilihan kemana suara NU akan mengalir. ''Kalau waktunya sudah dekat, kami akan mengambil sikap dan menelorkan satu rekomendasi,'' terangnya.
Apakah dengan adanya kontrak itu mampu menjamin suara NU utuh?. Irfan mengatakan saat ini masyarakat sudah pandai dalam memilih. Kiai yang dulu menjadi panutan dalam berpolitik, saat ini sudah tidak dijadikan pertimbangan dalam memilih kepala daerah. ''Jaminan memang tidak ada. Tapi, paling tidak, kami akan menunjukkan siapa yang layak untuk dipilih warga NU,'' cetusnya.
Selain mempunyai komitmen membesarkan organisasi keislaman tertua ini, bakal calon bupati yang berasal dari NU tersebut juga harus bersedia melibatkan pengurus NU dalam membahas RAPBD Kabupaten Mojokerto. ''Peruntukan APBD ke mana, warga NU harus dilibatkan,'' tutur Irfan.
Sekretaris PCNU Kabupaten Mojokerto, H. Shobirin mengatakan bahwa tiga bakal calon yang menghadiri acara tersebut masih berpotensi bertambah. ''Belum final. Kita masih membuka. Siapa pun yang akan ikut, akan kita data,'' tukasnya.
Belum ditutupnya pendaftaran bakal calon dari kalangan nahdliyin tersebut, dapat terlihat pada deretan kursi bakal calon bupati dalam forum tersebut. terdapat satu kursi kosong dan di depannya bertuliskan tanda tanya. ''Di kursi itulah, barangkali ada seorang calon yang bakal ikut dalam Pilkada nanti,'' katanya. (ron/lal) (jawapos.co.id 24/1/10)





1 komentar:
waduh, Sejak kapan ni NU jadi partai. Ato ikut cari2 jatah kmpanye ..???
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !