PUNGGING - Misteri tewasnya perempuan di tepi jalan Dusun Klubuk, Desa Banjar Tanggul, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto Desember 2009 lalu, akhirnya terkuak. Mayat yang belakangan diketahui bernama Maslamah, 48 warga Desa Sedati, Kecamatan Ngoro tersebut bukan menjadi korban kecelakaan lalu lintas atau korban tabrak lari. Namun, telah menjadi korban pembunuhan.
Kemarin (29/1) siang, pria yang menjadi jagal manusia itu adalah suami korban sendiri. Ia adalah Hasan Bisri, 50 mantan Kepala Desa Sedati. Pria ini ditangkap jajaran Polsek Pungging di depan Masjid Miftahul Huda, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari.
Menurut Kapolsek Pungging AKP Fatchur Rachman, pria berjenggot ini ditangkap usai melakukan salat Jumat di masjid yang terletak di seberang jalan Mapolres Mojokerto. ''Dia ditangkap tadi siang,'' kata Fatchur.
Ia menjelaskan meski masih dalam tahap awal pemeriksaan, namun semua perbuatan yang telah dilakukan tersangka terhadap istri pertama yang pernah dicerai namun akhirnya dinikahi siri itu, telah diakui semuanya. ''Pengakuan sementara memang seperti itu. Dan ia sudah mengakui semuanya,'' imbuhnya.
Dugaan sementara, pelaku tega menghabisi istrinya sendiri lantaran kerap membuatnya cemburu dan jengkel dengan sikap sang istri yang dianggap sangat tidak pernah mengerti kondisi suami.
Kepada penyidik, pelaku menceritakan asal mula ia tega melakukan pembunuhan itu adalah karena sang istri yang dibonceng dengan mengendarai sepeda motor tersebut tiba-tiba terjatuh saat di lokasi kejadian. Entah karena mengantuk atau sebab lain. Yang jelas, saat mendapati sang istri jatuh, bukannya menolongnya. Ia malah menghabisinya dengan menghantamkan sebuah batu besar yang tak jauh dari lokasi istrinya terjatuh.
Darah segar yang mengucur deras dari kepala korban, membuat pelaku takut dan langsung kabur ke beberapa lokasi di Jawa Timur. Menurut informasi, pelaku kabur ke kawasan Sumenep, Banyuwangi, dan memutar hingga ke beberapa kota.
Sebagaimana diketahui, penemuan mayat seorang perempuan yang tak beridentitas di tepi jalan Dusun Klubuk, Desa Banjar Tanggul, Kecamatan Pungging, terjadi Rabu (16/12) dini hari. Ia adalah Maslamah, 48 warga Desa Sedati, Kecamatan Ngoro. Identitas itu terungkap setelah keluarganya merasa kehilangan korban sejak 15 Desember lalu.
Khoirul Anam, 35, anak pertama korban kepada wartawan mengatakan, ibu kandungnya tersebut sudah menghilang sejak tanggal 15 Desember malam setelah berpamitan ke pembantunya berangkat ke pengajian bersama suaminya, Hasan Bisri, 50. ''Kepada pembantu, bersama bapak berpamitan mengaji. Ibu memang sering keluar malam. Tapi untuk mengaji,'' tukasnya di Mapolsek Pungging, Senin (28/12).
Korban adalah istri pertama dari tiga istri yang dimiliki oleh Hasan Bisri, 50. Entah mengapa, sejak keberangkatannya dengan suaminya itu, ia tak pernah kelihatan lagi ke rumahnya. Hingga dua hari tak ada kabar, akhirnya, tiga anak dan kerabat korban pun berusaha untuk melacak keberadaannya.
Hasilnya? Keluarga yang mencoba mencari informasi ke pihak kepolisian akhirnya menemukan data bahwa perhiasan yang digunakan oleh korban mirip dengan perhiasan korban saat masih hidup. ''Sangat persis. Mulai dari tubuhnya yang gemuk, jari tangan sebelah kiri memakai cincin emas kuning, di sebelah kanan memakai cincin emas putih,'' imbuhnya.
Dengan penemuan itu, akhirnya keluarga pun memastikan bahwa mayat yang ditemukan di Pungging itu adalah keluarganya. Saking yakinnya terhadap identitas korban, Senin (28/12) pagi, keluarga korban langsung mengadakan tahlilan.(ron/yr)(jawapos.co.id)





0 komentar:
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !