GEDEG - Mantab, Perbuatan dua kakek ini benar-benar tak patut ditiru. Betapa tidak, meski sudah sama-sama mempunyai seorang cucu, namun keduanya saling baku hantam. Akibatnya, salah satu pelaku harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit, sejak Sabtu (30/1) pagi.
Peristiwa ini bermula saat Sayuti, 55 warga Losari Timur, Desa Sidoharjo, Desa Losari, Kecamatan Gedeg ini hendak membahas rencana reuni yang akan diselenggarakan di Pacet tanggal 7 Januari nanti bersama teman-temannya, di pendapa, desa setempat, Sabtu (30/1) siang.
Namun, seorang temannya bernama Budi Susilo, 53 warga Dusun Tanjung, Desa Canggu, Kecamatan Jetis yang masih sekelas saat di ST (Sekolah Teknik, sekarang setingkat dengan SMP) tersebut tiba-tiba datang dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas di dengar. Entah kata yang dikeluarkan oleh pria yang sudah bercucu satu itu.
Sayuti yang merasa tersinggung dengan perkataan korban, akhirnya mengambil sebuah alat pencabut paku dan menghantamkan ke tangan dan dada korban. alat yang terbuat dari besi dan mirip linggis tersebut diayunkan hingga beberapa kali. Akibatnya, Budi harus menderita sayatan mirip tusukan dibagian tangan dan dadanya sebelah kiri.
Melihat kenyataan yang ada, diduga pelaku tak bisa meredam emosinya karena perkataan yang dikeluarkan oleh korban. Akibatnya terjadilah percekcokan antara keduanya hingga berakhir jatuh korban. ''Saya sebetulnya menganggap semua itu guyonan, tapi tahu-tahu pelaku masuk ke dalam rumah dengan membawa sepotong besi lalu disayatkan ke tubuh saya," tambahnya.
Menyadari menjadi korban penganiayaan, kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Gedeg. Selang 2 jam kemudian, akhirnya petugas berhasil meringkus pelakunya. Didepan petugas tersangka mengaku nekat melakukan aksinya karena korban terlalu banyak bicara yang menyinggung perasaannya.
Sementara itu, Kapolsek Gedeg AKP Moh. Salim saat dikonfirmasi membenarkan tentang kejadian tersebut. ''Tersangka sudah berhasil kita amankan untuk selanjutnya masih dalam pemeriksaan," tukasnya.
Dengan adanya kejadian itu, Salim mengimbau kepada warganya untuk lebih pandai dalam menjaga perkataannya. Jika tidak, kejadian serupa bakal terulang.(ron/yr) (radar/cak)





0 komentar:
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !