Ditemukan Pagar Candi Majapahit

14/01/10
Mojokerto.web.id - Temuan pondasi batu bata kuno Dusun Bangkalan Desa Pulorejo Kecamatan Ngoro direspons pihak terkait. Rabu (13/1) kemarin, tim Balai Pelestarian dan Peninggalan Purbakala (BP3) Jatim dan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Jombang melakukan observasi ke lokasi. Mereka menyimpulkan, temuan pondasi tersebut merupakan bangunan sebuah pagar candi pada zaman kerajaan Majapahit.

Hal itu disampaikan Kasi Teknis BP3 Jatim, Prapto Saptono usai observasi di kantor Disporabudpar. Temuan pondasi batu bata kuno tersebut merupakan bagian dari pagar kompleks candi. Namun, Prapto belum menyimpulkan pondasi itu termasuk pagar jenis apa. ''Butuh penelitian lanjutan untuk itu," kata Prapto.

Dirinya membenarkan bahwa lokasi penemuan memang dekat dengan lokasi penambang tanah uruk. Pondasi batu bata tersebut ditemukan di kedalaman sekitar 4 meter. Luas pagar yang telah ditemukan berukuran 16 m x 11 m. Dengan bagian pondasi pagar mempunyai lebar 142 cm. Sedangkan, batu bata kuno tersebut memiliki panjang 48 cm, lebar 23 cm dan tebal 8 cm.

Sedang lokasi candi, ia memperkirakan berjarak sekitar 50 m dari lokasi pondasi ditemukan ke arah timur. Hal itu, kata Prapto, diperkuat penuturan warga sekitar. Pada tahun 1985, di sekitar rumah penduduk ditemukan berbagai benda cagar budaya berupa arca dan batu-batu candi.

Penemuan tersebut, dapat dipastikan dari zaman kerajaan Majapahit. "Karena kalau di Jombang memang kecenderungan dari tinggalan Kerajaan Majapahit," ungkap Prapto.

Ditambahlkan Arkeolog BP3, Ni Ketut Wardhani, temuan tersebut bagian dari tiga jenis pagar candi pengiring. Di dalam candi tersebut terdapat arca seperti Garuda, Mandi dan Angsa, yang termasuk benda suci di zamannya. ''Ketiga benda itu ciri penganut dewa Trimurti,"kata Ketut. Nah, hal itu sesuai dengan temuan warga pada tahun 1985. ''Jadi kita simpulkan candi pengiring itu dikitari oleh pagar. Yaitu pondasi yang ditemukan warga," imbuhnya.

Pagar untuk jenis candi pengiring ada 3 jenis. Yaitu pagar Jaba yang terletak paling luar. Pagar Jaba tengah yang terletak ditengah-tengah. Dan, pagar Jerohan, jenis pagar yang tersuci atau sakral.

Ke depan, kata Prapto, pihaknya berkoordinasi dengan warga penemu pondasi tersebut. ''Kita upayakan penemu untuk mengamankan lokasi," ujarnya. Selanjutnya jangka pendek, pihaknya akan mengusulkan untuk proses bayar jasa bagi orang yang menemukan benda cagar budaya tersebut. Untuk jangka panjang, akan dilakukan penyelamatan dengan bentuk pemeliharaan dan pelestarian. ''Jadi, bekerjasama dengan pemilik lahan dan penemu," ujarnya. Alternatif kerjasama antara lain penunjukan juru pelihara setelah dicapai bentuk kesepatakan pengelolaan lahan. Lahan dibeli pemerintah atau dikelola oleh pemilik lahan sendiri. (fen/lal) (jawapos.co.id )
Bookmark and Share

Tulisan Terkait Lainnya



2 komentar:

86 mengatakan...

Majapahit memang besar. Aku bangga !

password mengatakan...

Semoga masih banyak lagi situs peninggalan Majapahit yang masih bisa di temukan.

Poskan Komentar

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !

 
 
 

Arsip

 
Copyright © Mojokerto.web.id Oleh Cak Rohman