Mojokerto.web.id - Butuh 4 M Rehabilitasi Dampak Bajir Bandang. Selain Pemkab Mojokerto, kerusakan yang diakibatkan banjir bandang di Kecamatan Trawas dan Ngoro juga menyedot perhatian Pemprov Jatim. Kemarin, Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Saifullah Yusuf dan sejumlah pejabat provinsi turun ke lokasi. Mereka ingin melihat langsung akibat dari gelontoran air dan batu-batuan dari lereng Gunung Penanggungan tersebut.
Gus Ipul, panggilan Saifullah Yusuf yang kala itu didampingi istri dan Bupati Mojokerto Suwandi menyusuri lokasi banjir bandang. Mulai dari tiga desa di Kecamatan Ngoro (Kutogirang, Srigading dan Kesemen) hingga Seloliman, Kecamatan Trawas.
Di Seloliman, Gus Ipul dan rombongan kali pertama mengunjungi Dusun Biting. Dia menyaksikan pemandangan batu-batu berukuran besar menutup jalan menuju lahan milik Kopertis. Usai berbincang dengan warga yang berusaha memecahkan batu-batu tersebut, dia melanjutkan ke Dusun Balekambang yang terisolir. ''Akan disediakan anggaran Rp 4 miliar. Untuk kedaruratan Rp 400 juta dan perbaikan infrastruktur Rp 3,5 miliar,'' tegasnya usai bertemu warga Dusun Balekambang, Desa Seloliman.
Anggaran untuk rehabilitasi dampak banjir bandang tersebut, menurutnya, hasil sharing pemkab dan pemprov. Yang diperuntukkan kedaruratan sebesar Rp 400 juta berasal dari Pemkab Mojokerto. Diantaranya, untuk pembuatan jalan darurat dan ganti kerugian tanaman yang hanyut. ''Kalau yang Rp 3,5 miliar dari provinsi dan pemkab. Dari provinsi sebesar Rp 2 miliar dan pemkab Rp 1,5 miliar,'' katanya.
Memang, banjir bandang mengakibatkan banyak kerusakan infrastruktur. Selain akses jalan warga satu dusun sebanyak 500 kepala keluarga (KK), juga dam penahan saluran air jebol. Bahkan, beberapa titik plengsengan ikut ambrol. Sehingga, anggaran perbaikan infrastruktur, salah satunya untuk pembangunan jembatan yang menghubungkan Dusun Biting dan Balekambang, Desa Seloliman. ''Infrastruktur harus diperbaiki agar warga bisa beraktivitas lagi,'' katanya sembari berpesan supaya masyarakat ikut menjaga hutan.
Dari rencana yang ada, untuk pembangunan jembatan, pemerintah harus membebaskan lahan milik warga. ''Anggaran itu juga termasuk untuk pembebasan lahan itu,'' tegasnya.
Selama di lokasi, Gus Ipul juga menyampaikan bantuan jeriken untuk seluruh KK di Dusun Balekambang. Jeriken tersebut bisa dimanfaatkan mengambil air bersih bagi warga yang belum tersaluri. Selain itu, juga ada bantuan uang sebesar Rp 20 juta untuk pembelian tiang listrik untuk penyaluran dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Tercatat sebanyak 24 tiang listrik hanyut. Dan, anggaran dari pemprov masih ditambahi dari pemkab Rp 15 juta.
Sementara itu, Bupati Mojokerto, Suwandi menegaskan, tanaman sawah yang hanyut akibat banjir bandang bakal diganti. Dari pendataan, total tanaman yang ludes sekitar 9,6 hektare. ''Akan diganti per hektarenya Rp 2 juta,'' katanya. Saluran air, menurutnya, sudah normal. ''Untuk listrik dari PLN besok (hari ini) sudah menyala. Sekarang sudah berusaha diperbaiki,'' katanya. (abi/yr) (jawapos.co.id)





0 komentar:
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !