16 Kecamatan Endemis DBD

19/01/10
Mojokerto.web.id - 16 Kecamatan Endemis DBD. Nyamuk aides aigepty penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) sudah menyerang sebagian besar wilayah Kabupaten Mojokerto. Tercatat, dari 18 kecamatan, 16 diantaranya endemis. Sedangkan, dua kecamatan sejauh ini terbebas adalah Kecamatan Trawas dan Pacet. Diduga, karena keduanya merupakan daerah dingin. ''16 kecamatan itu selama ini terus terserang DBD. Meskipun tidak semua desa di kecamatan tersebut,'' ungkap Kabid Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Mojokerto, Benhardy kemarin.

Tak sekadar menyerang, nyamuk mematikan tersebut juga sudah menimbulkan korban meninggal. Sejak musim penghujan bulan Oktober 2009 hingga Januari 2010, tercatat tujuh penderita DBD meninggal. Antara lain warga Kecamatan Sooko, Bangsal, Ngoro dan Puri. ''Jumlah korban meninggal ini termasuk yang bulan Januari 2010. Yaitu, warga Puri,'' katanya.

Sementara itu, jumlah warga Kabupaten Mojokero yang terserang, sebanyak 108 orang. Para penderita itu menyebar di sejumlah kecamatan. Sesuai catatan Dinkes, jumlah penderita pada bulan Oktober 2009 sebanyak 28 orang, bulan November 32 orang, bulan Desember 38 orang dan bulan Januari 2010 sebanyak 9 orang. ''Kalau tahun 2010 ini belum bisa dikatakan KLB (kejadian luar biasa). Kalau KLB itu tahun 2009,'' katanya.

Diantara patokan dikatakan KLB, menurutnya, jumlah penderita lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2009, menurutnya, jumlah warga yang terserang DBD sebanyak 438 orang. Jumlah tersebut naik seratus persen dari tahun 2008 yang tercatat sebanyak 216 orang.

Sedangkan, terkait anggaran yang disediakan untuk melawan serangan DBD di Kabupaten Mojokerto pada tahun 2010, sebesar Rp 250 juta. Sedianya, anggaran tersebut untuk keperluan fogging. ''Anggaran tahun sebesar Rp 400 juta,'' katanya.

Selain fogging, dikatakannya, Dinkes Kabupaten Mojokerto menggiatkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Salah satunya memberikan abate di titik rawan nyamuk.

Sebagaimana diketahui,seiring datangnya musim penghujan, serangan nyamuk aides aigepty mengganas. Salah satunya dirasakan masyarakat di Dusun Klampisan, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. DBD di dusun tersebut sedang mewabah. Bahkan, sudah mengakibatkan Yuniar Dian Ananda Riza, bocah berusia 10 tahun meninggal.

Di dusun tersebut, DBD sudah menyerang sekitar tiga minggu yang lalu. Diperkirakan sudah ada 20 orang terserang. Dimulai lima anak mengalami demam dan dilarikan ke rumah sakit. Berikutnya, masih ada lagi yang terserang. Mereka pun langsung dilarikan ke rumah sakit. Bahkan, beberapa warga masih menjalani perawatan di rumah sakit. Warga yang terserang, mulai anak-anak sampai dewasa. Yaitu, usia 1 tahun hingga 17 tahun. (abi) (jawapos.co.id)
Bookmark and Share

Tulisan Terkait Lainnya



0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !

 
 
 

Arsip

 
Copyright © Mojokerto.web.id Oleh Cak Rohman