Mojokerto.web.id - Pemkab Yakin Guru Telanjang Tak Terulang. Teror atau gendam berupa perintah ritual telanjang yang sempat menghebohkan petinggi Pemkab Mojokerto, belakangan sudah tak terdengar. Selain mengeluarkan surat imbauan, pemkab juga membekali seluruh pegawainya untuk tidak mudah tertipu.
Asisten I Setdakab Mojokerto, Ahmad Jazuli menegaskan, setelah para guru dan pegawai lainnya diimbau dan diberi arahan, dia berharap tidak terjadi lagi. ''Semoga saja tidak ada korban lagi. Semua (pegawai) sudah diberi bekal untuk tidak mudah tertipu dengan hal-hal seperti itu lagi. Kasihan,'' katanya.
Kalau imbauan, menurutnya, sudah melalui surat yang ditandatangani Sekdakab Mojokerto, Budiyono dan disebar ke seluruh satker. Sedangkan, untuk pengarahan kepada pegawai, bersamaan pembinaan yang dilakukan Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) setempat. ''Sudah, sekarang semua pegawai tidak akan gampang tertipu,'' ujarnya.
Sementara itu, terkait pelaku penipuan via telepon tersebut, sejauh ini belum ada tanda-tanda terungkap. Karena sudah dilaporkan ke aparat kepolisian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada yang berwenang tersebut. ''Ya, sampai sekarang belum tahu, siapa yang melakukan,'' katanya.
Selain mencatut nama Bupati Mojokerto, Suwandi, penipuan tersebut juga mengatasnamakan Asisten I, Ahmad Jazuli. Sehingga, tak heran kalau yang bersangkutan berusaha mengantisipasi terulangnya kejadian tersebut. Bahkan, dia sendiri langsung menemui kepala sekolah (kasek) SMPN dan SMAN untuk menegaskan, semua yang disampaikan penelepon tidak benar dan tidak perlu diikuti. (jawapos 07/12/09)





0 komentar:
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !