Mojokerto.web.id - Ujung dari Melawan Rekom, 13 Pengurus PDIP Dipecat. Menjelang Pilbup 2010, PDIP Kabupaten Mojokerto bergolak. DPC PDIP mendadak memecat belasan pengurusnya. Mulai dari pengurus anak cabang (PAC) hingga pengurus cabang sendiri. Para pengurus tersebut dianggap telah melawan ketua umum dengan menganggap rekomendasi yang dikeluarkan untuk cabup dan cawabup palsu.
Ketua DPC PDIP Kabupaten Mojokerto, Wahyudi Iswanto mengatakan, dengan menganggap rekom dari DPP, berarti melawan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri. Sehingga, DPC mengusulkan nama-nama pengurus tersebut ke DPD dan DPP untuk ditindak tegas. Langkah yang dilakukan pun menuai hasil. ''Pengurus-pengurus itu sudah di-nonaktif-kan sejak Senin (30/11). Semuanya sudah menerima surat pe-nonaktif-an tersebut,'' katanya.
Pengurus dimaksud, ditegaskan Wahyudi Iswanto, berasal dari PAC Mojosari, Pungging, Gondang, Puri dan Mojoanyar. PAC Mojosari, yang dibebas tugaskan adaalah ketua dan sekretaris. PAC Pungging hanya ketua, PAC Gondang ketua dan sekretaris, PAC Puri ketua, sekretaris dan bendahara serta PAC Mojoanyar sekretaris dan bendahara. ''Pengurus PAC itu kan ada sembilan. Yang di-nonaktif-kan hanya sebagian yang terlibat melawan rekom DPP. Rekom yang dikeluarkan DPP dianggap palsu,'' katanya.
Selain pengurus PAC, dikatakannya, tiga orang pengurus cabang ikut dipecat. Mereka antara lain, Sekretaris DPC Sriatin, Bendahara Agus Basuki dan Wakil Ketua Heri Susanto. Ketiganya dianggap menjadi otak intelektual dibalik gerakan melawan rekom DPP untuk cabup dan cawabup tersebut. ''Mereka itu yang mengomandani, yang menggerakkan mereka (pengurus PAC untuk melawan rekom),'' ujarnya.
Dari ketiganya, ada tindakan tamabahan untuk Agus Basuki. Mengingat, keberadaannya sekarang menjadi anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, dia juga dibebastugaskan dari jabatan partai lainnya. ''Ya, nanti akan diusulkan untuk di-PAW (pergantian antarwaktu),'' ujarnya.
Secara terpisah, Agus Basuki yang dimintai konfirmasi perihal tersebut membenarkan pemecatannya dari jabatan pengurus cabang dan hubungannya dengan partai menyusul keberadaannya sebagai anggota dewan. Surat yang menegaskan penonaktifan dirinya tersebut berasal dari DPC Kabupaten Mojokerto dan sudah diterimanya.
''Ini kan jeruk makan jeruk. DPC kok memecat pengurus cabang. Surat itu ditandatangani Ketua DPC Wahyudi Iswanto dan Wakil Sekretaris, Soleh. Saya itu kan SK dari DPP,'' katanya.
Dia mengakui, pemecatannya bersama pengurus DPC lain dan sejumlah pengurus PAC merupakan buntut perlawanan atau gerakan yang dilakukan. Yakni, seputar rekomendasi DPP untuk cabup-cawabup yang dianggap jadi-jadian.
Hal itu karena rekomendasi untuk Pilbup 2010 itu tidak ditandatangani Megawati Soekarnoputri. ''Kami sudah mengklarifikasi ke Jakarta. Ternyata, Bu Mega belum pernah mengeluarkan rekom untuk Kabupaten Mojokerto,'' katanya.
Bahkan, menurut Agus Basuki, yang dipecat tidak hanya 13 orang. Melainkan 16 orang terdiri dari 13 pengurus PAC dan tiga orang pengurus DPC. Untuk pengurus PAC berasal dari 11 PAC yang masuk aliansi 11 PAC. ''Kami siap mendirikan Basuki Center untuk nglurug ke DPC dan DPP. Kami akan meminta DPP atau DPD mengklarifikasi persoalan di Kabupaten Mojokerto,'' katanya.
Sebagaimana diketahui, keluarnya rekomendasi DPP PDIP untuk pasangan Suwandi-Wahyudi Iswanto maju ke bursa Pilbup 2010 disoal. Sejumlah orang yang mengatasnamakan perwakilan 11 PAC PDIP di Kabupaten Mojokerto melihat kejanggalan rekomendasi tersebut. Hal itu menyusul, dalam rekom itu tidak dilengkapi tandatangan ketua umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri. Antara lain, PAC Puri, Gondang, Pacet, Trawas, Pungging, Mojosari, Bangsal, Mojoanyar, Gedeg, Jetis, dan Jatirejo. Mereka pun berusaha klarifikasi ke Jakarta. (abi/yr)





0 komentar:
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !