M. Ishomuddin, Lima Tahun Jadi Muazin dan Imam di Masjid Pemkab

09/12/09
Selalu Bawa Sarung, Tak Grogi Ngimami Bupati. M. Ishomuddin, Lima Tahun Jadi Muazin dan Imam di Masjid Pemkab.

Istikamah, semangat itu yang senantiasa dipegang M. Ishomuddin, honorer di Pemkab Mojokerto. Sehingga, tidak ada yang berat menjalani tugasnya sebagai muazin (tukang azan) setiap duhur dan asar di Masjid Pemkab Mojokerto. Sampai sekarang, Ishomuddin tercatat sudah lima tahun melaksanakan tugas tersebut.

ABI MUKHLISIN, Mojokerto


WAKTU Asar tiba. Pria yang akrab dipanggil Ishom terlihat keluar kantor dan berjalan menuju masjid yang berada di area perkantoran Pemkab Mojokerto. Tak lama setelah pria berjenggot tipis ini masuk masjid, terdengar suara azan. Seketika itu, PNS maupun karyawan lain di pemkab, mulai menuju masjid. Mereka siap menjalankan salat asar berjamaah.

Ditemui usai salat, wajah Ishom terlihat cerah. Maklum, baru terbasuh air wudu. ''Saya sudah azan di masjid ini mulai awal tahun 2004,'' ungkapnya. Tak hanya azan, dia juga menjadi imam salat berjamaah. Bahkan, pria kelahiran Mojokerto, 04 November 1978 dan kini tinggal di Desa Sebani, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo juga menjadi pengganti tetap untuk petugas khutbah Jumat.

Masuk tahun 2004, pria lulusan Madrasah Aliyah (MA) Pacet ini sebagai honorer. Kali pertama menapakkan kaki di halaman pemkab, dia langsung mendapat tugas sebagai muazin. Meskipun sudah masuk di Bagian Umum Setdakab Mojokerto, dia kala itu belum mendapat job. ''Dua bulan, saya masuk hanya untuk azan. Saya juga belum memakai seragam,'' katanya.

Karena harus tepat waktu, setiap hari, dia dituntut kerap mengawasi jarum jam. Kalau sudah melihat mendekati duhur, dia pun mulai bersiap. Segala agenda atau pun tugas yang datang kala itu, ditundanya. Semua akan diteruskan setelah duhur. ''Ya, selama jam kerja. Hanya azan duhur dan asar,'' ujarnya.

Dia tak memungkiri, menjalankan tugas rutin memang ada suka dan dukanya. Kalau soal suka, dia bersemangat mengatakan, bisa mengamalkan ilmu yang pernah dipelajari. Termasuk, bisa menjadi imam salat berjamaah. ''Ya, bagaimana bisa istikomah,'' katanya.

Sedangkan, kalau dukanya, waktu duhur identik dengan istirahat siang. Sudah biasa, waktu tersebut teman sejawatnya memanfaatkan makan siang. Tapi, karena dia harus azan duhur dan ngimami, harus menundanya. ''Kalau ada nraktir, ya terpaksa tidak ikut. Atau, menyusul setelah duhur,'' ungkapnya sembari tersenyum.

Tak jarang, dia harus ngimami pejabat-pejabat di Lingkungan Pemkab Mojokerto. Termasuk bupati maupun Sekdakab. Namun, karena sudah menjadi tugasnya, dia tidak pernah gerogi. ''Ya, biasa saja. Kan sudah tugas,'' katanya.

Memang, selama lima tahun berjalan, dia mengakui, tidak bisa terus-terusan melaksanakan tugasnya. Meskipun, keinginannya bisa istikomah, namanya manusia, terkadang ada urusan penting atau sakit. Sehingga, terpaksa tidak bisa azan duhur maupun asar di masjid Pemkab Mojokerto. ''Biasanya saya sudah meminta digantikan untuk azan duhur maupun asar. Tapi, ya kadang-kadang,'' ujarnya.

Karena juga harus menjadi imam, dia setiap hari berangkat kerja membawa sarung. Sehingga, kalau sudah datang waktu duhur dan asar, sarung itu dibawa ke masjid. Sembari tetap mengenakan baju seragam, dia mengenakan sarung. ''Kalau Jumat, saya juga membawa baju muslim,'' katanya.

Selain baju muslim, dia yang juga didaulat sebagai pengganti tetap sebagai petugas khutbah, juga menyiapkan materi. Beruntung, pengalaman yang dimiliki tak sampai membuatnya kebingungan. Selain menjadi PNS, Ishom di rumahnya mempunyai majelis taklim. ''Setiap Jumat, saya selalu membawa materi khutbah. Kalau ada khotib yang tidak hadir, saya sudah siap menggantikan,'' katanya.

Kini, dia yang pernah menjalani pendidikan pesantren di Pacet itu sudah menuai buah dari kesabarannya. Kalau selama ini menjadi hari-harinya sebagai honorer di Bagian Umum Setdakab Mojokerto, sekarang mulai melakukan pemberkasan untuk diangkat menjadi PNS. (yr) (jawapos.co.id 09/12/09)
Bookmark and Share

Tulisan Terkait Lainnya



0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !

 
 
 

Arsip

 
Copyright © Mojokerto.web.id Oleh Cak Rohman