Kantin Kejujuran di SMPN Dlanggu, Mojokerto

10/12/09
Mojokerto.web.id - Kantin Kejujuran di SMPN Dlanggu, Mojokerto. Tak Pernah Rugi, Malah Sering Ada Uang Sisa

Membeli barang sendiri, lalu membayarnya dikasir, adalah hal yang wajar. Namun, bagaimana jika ada warung tanpa penjaga dan membayarnya?. Serta mengambil uang kembalian sendiri?

IMRON ARLADO, Mojokerto


SEKOLAH Menengah Pertama Negeri I Dlanggu, Mojokerto yang memiliki kantin tersebut. Tak beda dengan kantin-kantin lain, di kantin ini, seorang siswa melayani dirinya sendiri layaknya belanja di sebuah supermarket atau swalayan.

Yang membedakan hanyalah saat pembayaran. Di kantin ini tak ada kasir. Semuanya sendiri. Mulai dari mengambil barang, hingga pada uang kembalian. Seorang siswa harus mengambil sendiri.

Sekolah setempat, menyebutnya dengan Kantin Kejujuran. Sebuah kantin yang didirikan untuk meneguhkan kepribadian seorang siswa sebagai siswa yang jujur, bijaksana, dan dapat bertanggungjawab.

''Salah satunya, untuk memberikan pelajaran kepada siswa untuk berbuat jujur dan tidak korupsi,'' kata salah satu pengurus Kantin, Qori Anggraini, kepada Radar Mojokerto.

Untuk mendirikan sebuah Kantin Kejujuran ini, SMPN I Dlanggu harus melakukan uji coba terlebih dulu sejak sebulan lalu. Mereka ragu, jika suatu bakal bangkrut karena tak ada siswa yang membayar makanan yang diambilnya.

Kali pertama dibukanya kantin itu, hanya satu kelas saja yang bisa mencobanya. ''Kelas 1 yang terdiri dari tujuh kelas yang boleh beli. Besoknya digilir kelas duanya dan seterusnya,'' tuturnya.

Hingga satu minggu lamanya dipraktikkan, kantin yang lengkap dengan jajanan dan minuman tersebut, sengaja tidak ditunggu oleh petugas penjaga. Kantin dibiarkan kosong dengan disediakan dua kotak untuk menampung pembayaran.

Meski melayani dirinya sendiri, namun ada beberapa ketentuan yang berlaku. yakni, semua siswa yang hendak membeli harus melewati pintu masuk yang sudah disediakan. Begitu pula saat keluar dan hendak membayar. Seorang siswa harus lewat pintu keluar yang sudah terpampang dua buah kotak uang. Yakni uang recehan, pecahan ribuan, hingga 5 ribuan.

Sejak dilakukan uji coba, uang dikantin ini tak pernah mengalami kekurangan sedikitpun. Dlanggu, Bahkan selalu ada uang lebih. ''Meski lebihnya tak seberapa, namun bagi kami, sangat berarti,'' imbuh salah satu pengurus kantin, Lasmining.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, M. Farela, sempat mengunjungi kantin itu kemarin. Kajati mengatakan Kantin Kejujuran itu sebagai media belajar meminimalisir angka korupsi di negeri ini, memang harus dimulai sejak dini.

Mantan Kajati Kalimantan Tengah ini menuturkan bahwa pembelajaran anti korupsi yang diterapkan kepada anak-anak, jauh lebih efektif dibanding dengan pelatihan anti korupsi para orang dewasa. ''Mari kita berikan pembelajaran yang baik terhadap anak. ajari anak untuk tidak korupsi,'' tukas Farela.

Selain Kajati, hadir dalam acara peresmian kantin kejujuran itu adalah Bupati Mojokerto, Suwandi, Kapolres Mojokerto Onto Sucahyo, Kajari Jombang, Kajari Gresik, Kajari Sidoarjo, dan Kajari Tanjung Perak. (yr) (jawapos.co.id 10/12/09)
Bookmark and Share

Tulisan Terkait Lainnya



2 komentar:

Anonim mengatakan...

Sangat bagus programnya, mungkin sekolah2 lain ato masyarakat bisa meniru hal yang baik.

chus mengatakan...

Harusnya setiap sekolah mulai mencontoh program ini, karena bagus untuk pembentukan moral para generasi muda. Salut banget dech!

Poskan Komentar

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !

 
 
 

Arsip

 
Copyright © Mojokerto.web.id Oleh Cak Rohman