Gajah Mada Libas Rakuti

17/12/09
Mojokerto.web.id - Gajah Mada Libas Rakuti - Majapahit adalah kerajaan yang diyakini berdiri karena titah para dewata. Oleh karena itu, tak sedikit orang yang ingin menjadi penguasa dalam kerajaan tersebut. Mereka adalah Rakuti dan pemimpin wilayah Sadeng. Keduanya saling berebut untuk menjadi orang nomor satu di kerajaan superior tersebut.

Berbagai jenis pemberontakan pun dilakukan oleh dua golongan ini. Arya Tadah yang saat itu menjadi pucuk pimpinan Majapahit, bakal digulingkan dan mengambil alih oleh Rakuti dan antek-anteknya.

Itulah sepenggal cerita cantik dalam pagelaran seni drama tari dan musik (Sendratasik) yang bertajuk Sumpah Amukti Palapa yang ditampilkan dalam Perayaan Ulang Tahun Kodam V Brawijaya di Pendapa Agung Trowulan, Selasa (15/12).

Muhamad Misbakh, sutradara cerita mengatakan bahwa cerita tersebut menggambarkan bahwa untuk memperoleh kedudukan sebagai Mahapatih Gajah Mada tak pernah mengemis apalagi melakukan pemberontakan seperti yang dilakukan oleh Rakuti dan pimpinan Sadeng.

''Gajah Mada memang mempunyai jiwa nasionalisme yang sangat tinggi. Ia tak mau menjadi pimpinan, sebelum memberikan konstribusi ke kerajaan yang layak,'' tukas Misbakh.

Berbeda dengan Rakuti dan Sadeng. Dua orang ini sangat ambisius menjadi pemimpin di kerajaan Majapahit. Melihat adanya kudeta yang gencar dilakukan oleh dua golongan itu, Gajah Mada pun melibasnya. Dan berhasil membumihanguskan kedua kelompok itu.

Arya Tadah yang telah berusia senja itu pun merasa sudah tak mampu lagi menjadi orang nomor satu di Majapahit. Dia pun memutuskan untuk memberikan kursinya ke Gajah Mada. Namun sayang, Gajah Mada yang belum mempunyai konstribusi itupun belum bisa memberikan jawaban apapun. ''Namun setelah berhasil menaklukkan dua golongan tersebut, ia bisa menerima jabatan itu,'' tuturnya.

Pertarungan antar Gajah Mada tersebut berdurasi 20 menit dan diperankan oleh 29 orang. Meski cerita yang dipertontonkan tersebut nampak apik, namun sang sutradara sangat kecewa. Lighting dan sound system dalam pegelaran itu sangat tidak mendukung. ''Lampu hanya dari depan. Suara juga. Sangat tidak maksimal,'' keluhnya.(mg2/yr)
Bookmark and Share

Tulisan Terkait Lainnya



1 komentar:

Mahapatih mengatakan...

Mantabbss...
Gajah Mada emang ksatria sejati
beda sama sekarang, rebutan kursi dulu
berbakti..?? urusan nanti...

Poskan Komentar

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !

 
 
 

Arsip

 
Copyright © Mojokerto.web.id Oleh Cak Rohman