Mojokerto.web.id - Teror Telepon Misterius Tolak Bala Bupati. Mejelang pilkada kabupaten mojokerto, ada saja orang memanfaatkan isu tersebut. Ada Orang yang mengatasnamakan pejabat pemkab menyebar telepon kepada sejumlah orang agar melakukan ritual aneh untuk tolak bala Bupati Mojokerto Suwandi.
Penelepon yang masih belum terungkap identitasnya mengaku sebagai Asisten I Setdakab Mojokerto, Akhmad Jazuli. Setiap menelepon calon korbannya, mengaku diperintah Bupati Suwandi. ''Itu sudah terjadi empat hari terakhir. Dan, itu berturut-turut,'' kata Jazuli kemarin.
Ritual dimaksud, menurutnya, korban diminta telanjang bulat dan mengecat sekujur tubuhnya dengan warna hitam. Tak hanya itu, penelepon misterius itu juga mengharuskan korbannya memakai anting-anting dan mengelilingi pasar. ''Sudah ada yang percaya dan menuruti penelepon itu. Ya, tubuhnya dicat hitam dan berjalan-jalan di pasar,'' ungkapnya.
Kejadian itu diketahui setelah korban yang merupakan guru mendatangi rumahnya. Jazuli mengaku masih melihat bekas cat warna hitam yang tersisa menempel di tubuhnya. Korban sengaja datang ke rumahnya untuk menyampaikan sudah melaksanakan ritual tersebut. Saat itu, tubuhnya dibersihkan dari cat atas bantuan orang yang memberinya bensin. ''Saya ya sangat terkejut. Saya pun mengatakan, kalau tidak pernah menelepon dan meminta seseorang melakukan ritual tolak bala itu,'' katanya.
Ternyata, menurut Jazuli, itu baru awal. Sebab, setelah itu muncul laporan adanya telepon dan permintaan yang sama. Sejauh ini, terungkap yang sudah ditelepon tujuh orang. Dari tujuh itu, dua diantaranya sudah menjadi korban. ''Ya, telanjang, tubuhnya dicat hitam dan berjalan-jalan di pasar,'' ujarnya.
Hal itu dibenarkan Kardi, seorang warga Kota Mojokerto yang mengetahui di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto tiga hari yang lalu. ''Dia telanjang di pintu barat pasar, berjalan-jalan,'' katanya. Bahkan orang itu sempat pinjam handphone pada salah satu pedagang.
Meskipun beberapa kali tak berhasil, ulah penelepon misterius tetap berlanjut. Kemarin, sekitar pukul 16.30, seseorang ditelepon dan diminta menyiapkan nasi kuning. Selanjutnya, nasi itu dibawa ke Pasar Tanjung Anyar. ''Yang pasti, semua itu tidak benar. Saya tidak pernah menelepon seperti itu. Apalagi mengatasnamakan perintah Pak Bupati,'' tegas Jazuli.
Salah seorang calon korban yang selamat, AR mengaku ditelepon sekitar pukul 17.00. Dia diminta telanjang, dan mengecat tubuh dengan warna hitam. ''Karena saya sudah mendapat imbauan, kalau telepon itu tidak benar, ya tidak saya laksanakan,'' ungkap pria yang menjadi guru SD itu.
Dari laporan yang masuk, penelepon telah beraksi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Diantaranya di Gedeg, Trowulan, Bangsal, Mojoanyar, Ngoro dan Gondang. Tercatat sasarannya sudah delapan orang dan rata-rata guru. Namun, yang sudah menjadi korban hingga bertelanjang dengan tubuh dicat warna hitam di Pasar Tanjung Anyar ada tiga orang. Yaitu, dari Mojoanyar, Bangsal, dan Ngoro. Sedangkan, yang tidak sampai melaksanakan dari Gedeg, Gondang, Pacet, Sooko, dan Trowulan.
Pernah terjadi, penelepon misterius menghubungi pengurus PGRI. Mengaku sebagai Ahmad Jazuli yang mendapat perintah bupati, si penelepon meminta dicarikan dua orang guru yang badannya besar-besar. Guru-guru itu agar melakukan ritual tolak balak untuk bupati.
Karena semua yang terjadi itu tidak benar, hal itu dianggap hanya upaya menjatuhkan nama baik Bupati Mojokerto, Suwandi. Menyikapi hal itu, pemkab tidak tinggal diam. Tak menunggu berlarut-larut, pemkab mengeluarkan surat resmi perihal telepon penipuan. Surat bernomor: 200/502/416.206/2009 tertanggal 24 November 2009 dan ditandatangani Sekdakab Mojokerto, Budiyono itu disebarkan ke seluruh kepala satuan kerja (satker) dan camat se-Kabupaten Mojokerto.
Dalam surat imbauan itu ditegaskan, pejabat pemkab tidak pernah melakukan perintah melalui handphone (HP) untuk melaksanakan ritual aneh itu. Selain itu, juga dipertegas model penipuan itu bertujuan menjatuhkan nama baik bupati.
Kepada semua pihak yang menerima telepon agar tidak mempercayai dan segera melaporkan. Telepon yang pernah digunakan bernomor: 081259273104 atau 081387159334. ''Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang berkembang,'' ujarnya.
Tak hanya membuat surat imbauan, Asisten I Setdakab Mojokerto, Akhmad Jazuli dan seorang korban melaporkan perseolan tersebut ke Mapolres Mojokerto.
Penipuan telepon sebelumnya pernah terjadi menjelang Pilbup 2005. Seseorang yang berpengaruh di desa diminta mencari 30 orang yang besar-besar. Mereka diminta melaksanakan ritual untuk tolak balak bupati. Puluhan orang itu pun berhasil dikumpulkan. Mereka telanjang bulat, tubuhnya dicat warna hitam. ''Orang 30 itu ya berlari-lari sambil telanjang dan tubuh dicat,'' ungkap Jazuli.
Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Samsul Makali ketika dikonfirmasi perihal ini mengaku sudah menerima laporan tersebut. Bahkan pihaknya langsung menyelidiki. ''Kita sudah turunkan petugas untuk menyelidiki,'' katanya. Dia juga menyayangkan ada orang yang percaya dengan telepon ''tak masuk akal'' tersebut.
''Kita minta masyarakat jangan gampang percaya dengan telepon yang aneh-aneh seperti itu, lebih baik ditanya dulu pada pihak-pihak yang dicatut namanya,'' tandasnya. (abi/mg2/yr) (jawapos.co.id 25/11/09)





2 komentar:
:-L
kasian ah. pake cat emco tuh dia-nya susah bgt dibersihin
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !