Soal Cadangan CPNS Sudah Terbuka dan Terpakai

23/11/09
Mojokerto.web.id - Dewan Temukan Temukan Kejanggalan karena soal dan lembar jawaban Terbuka. Pelaksanaan tes CPNS Kabupaten Mojokerto 2009 menyisakan masalah. Komisi A dan pimpinan dewan yang sejak awal mengawal, menemukan ketidakberesan. Amplop berisi lembar soal dan jawaban cadangan yang tersimpan di mapolres terbuka dan terpakai.

Selain terkesan diam-diam menyusul tanpa sepengetahuan dewan, fakta di lapangan banyak peserta diketahui tidak hadir. Setidaknya, hal itu bisa sedikit menghapus kemungkinan cadangan tersebut dipakai menutup kekurangan soal maupun lembar jawaban. ''Kalau banyak peserta yang tidak hadir, kenapa harus membuka cadangan. Kan bisa menggunakan jatah peserta yang tidak hadir itu,'' kata Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Mojokerto, Sutoyo.

Pihaknya sendiri mengaku baru mengetahui amplop berisi lembar soal dan jawaban itu terbuka saat hendak mengawal menyerahkan seluruh soal maupun hasil jawaban ke Unibraw. Amplop tersebut menurutnya, antara lain berisi lembar soal berwarna merah dan biru. Diduga lembaran tersebut merupakan soal dan lembar jawaban untuk tes kompetensi dasar (TKD) dan tes kompetensi bidang (TKB). ''Tapi, amplop-amplop itu tetap dibawa panitia ke Malang. Semestinya, kan diselesaikan disini dulu,'' katanya.

Bersama empat anggota dewan dari Komisi A dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, R.M. Boedhi datang ke Unibraw. Tujuan awal meminta panitia tidak menyerahkan amplop berisi lembaran soal dan jawaban yang masih bermasalah tersebut. ''Kami ingin, semuanya dibawa kembali ke Mojokerto dan diselesaikan di Mojokerto. Kan ndak enak ramai-ramai di daerah orang lain. Tapi, panitia tetap ingin menyerahkan ke Unibraw,'' katanya.

Pihaknya pun terlibat otot-ototan dengan panitia. Dan, usahanya itu menuai hasil. Sisa soal dan jawaban yang tidak terpakai dari 240 lembar dalam enam amplop tersebut dibawa kembali ke Mojokerto. Saat itu juga, rombongan wakil rakyat ini mendatangi Mapolres Mojokerto untuk menyerahkan semuanya sambil menunggu perkembangan. ''Tapi polres tidak mau menerima dan mengarahkan untuk menyerahkan kepada panitia,'' ujar Sutoyo.

Sampai sekarang, sisa soal cadangan yang tidak terpakai itu masih disimpan dewan. Menurutnya, dari 240 lembar, terungkap terpakai sebanyak 76 lembar. Yakni, sebanyak 40 lembar berwarna merah dan 36 lembar berwarna biru. ''Namun, panitia mengakui, hanya terpakai 35 lembar. Dan, itu hanya berwarna biru. Lalu, ke mana yang lain?'' katanya sembari menyampaikan Komisi A sudah menggelar rapat dan siap mengeluarkan rekomendasi kaitannya dengan pelaksanaan rekrutmen CPNS tersebut.

Secara terpisah, Kapolres Mojokerto, AKBP Onto Cahyono yang berusaha dimintai konfirmasi perihal tersebut memilih tidak mengomentari. Sedangkan, pihak panitia rekrutmen CPNS Kabupaten Mojokerto 2009 yang juga dihubungi melalui ponselnya tidak ada jawaban.

Tak Hadir Capai 11 Persen

Sementara itu, dari pelaksanaan tes tulis Sabtu (21/11) diketahui jumlah peserta yang tak hadir cukup besar. Dari total 17.267 pendaftar yang mendapatkan nomor tes, tak semuanya hadir. Diperkirakan yang tidak hadir mencapai 11 persen. Diduga, para peserta tersebut mengikuti tes di daerah lain.

Di SMKN I Sooko. Dari 744 peserta yang terdaftar, hanya 682 peserta yang hadir. Sebanyak 62 peserta tidak hadir. Hal yang sama juga terjadi di gedung MAN Sooko, Mojokerto. Sebanyak 168 dari jumlah total 1040 peserta juga tak hadir dalam ujian kali ini. Akibatnya, banyak kursi yang kosong.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Rekrutmen CPNS 2009, Arief Soemartono Sabtu (21/11) mengatakan, secara keseluruhan pelaksanaan tes tidak ada kendala. Dengan menggunakan 40 lokasi yang semuanya gedung sekolah, tidak ada persoalan dengan materi soal. ''Semuanya berjalan lancar,'' katanya.

Terkait adanya pendaftar yang tidak mengikuti tes, dia mengatakan, besar kemungkinan mendaftar di tempat lain juga. Memang, pendaftaran CPNS tidak dilaksanakan serentak. Berbeda dengan pelaksanaan tes yang diputuskan serentak. Sehingga, pendaftar harus memilih mengikuti tes di salah satu daerah.

''Untuk yang tidak hadir, saat ini masih direkap. Namun, plus-minusnya sekitar 11 persen,'' katanya sembari mengatakan tidak ada tes ulang untuk pendaftar yang tidak mengikuti tes dengan alasan apapun. (abi/yr) (jawapo.co.id 23/11/09, judul asli Dewan Persoalkan LJK Cadangan )



Bookmark and Share

Tulisan Terkait Lainnya



0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !

 
 
 

Arsip

 
Copyright © Mojokerto.web.id Oleh Cak Rohman