MojokertoWeb - Pemkot Sosialisasi Anti Rokok. Ancaman kesehatan karena menghisap rokok bagi para perokok rupanya menjadi perhatian khusus Pemkot Mojokerto. Pemkot menilai bahaya rokok bukan saja akan menyerang kesehatan manusia, namun juga dapat merugikan ekonomi. Menyusul, harga berbagai macam jenis rokok saat ini kian mahal. Sehingga, tidak ada untungnya perokok terus menghisap rokok berbahan baku tembakau dan cengkeh tersebut. ''Sehat itu sangat mahal, makanya sehat dalam hal ini perlu disadari bersama,'' ungkap Wali Kota Mojokerto Abdul Gani Seohartono, dalam sosialisasi anti rokok bagi masyarakat di Hotel Surya Majapahit.
Orang nomor satu di Pemkot Mojokerto ini mengatakan, hidup sehat tanpa rokok dalam kacamata medis memang menjauhkan dari segala macam penyakit. Diantaranya terhindar dari kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin. ''Artinya kalau kita ingin hidup lama, ini tegantung diri sendiri,'' katanya dihadapan 100 peserta sosialisasi anti rokok. Masing-masing dari Pondok Pesantren (ponpes) dan Karang Taruna se-Kota Mojokerto.
Dia mengungkapkan, selain menghindari rokok, terbentuknya kader remaja sehat dan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) di Lingkungan dan Kelurahan bisa menjadi salah satu ujung tombak membentuk paradigma sadar hidup sehat. Diantaranya, aktif melakukan sosialisasi bahaya rokok dan kebersihan lingkungan. ''Berawal dari lingkungan dan SDM yang sehat. Dengan begitu negara kita akan maju,'' terangnya.
Memang, untuk saat ini rokok sudah menjadi bagian hidup, bahkan dianggap sebagian orang ibarat kebutuhan lantaran ketergantungan. Tidak terkecuali wanita metropolis. Namun, Abdul Gani berharap, masyarakat bisa menghentikan merokok mulai sekarang. Dengan cara, perlahan-lahan mengurangi konsumsi rokok dan menahan diri merokok di tempat umum. ''Saya dulu juga perokok. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Sebab bukan saja merugikan kesehatan, tapi segi ekonomis juga merugikan,'' paparnya.
Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkot Mojokerto, Subambianto mengungkapkan, digelarnya sosialisasi anti rokok tersebut bertujuan untuk memberi pengetahuan dan wawasan tentang bahaya dan kerugian rokok. Baik dari sisi moril maupun materiel. ''Peserta diharapkan mampu menjadi pelopor generasi muda anti rokok. Dan dapat menyampaikan informasi tentang bahaya dan kerugian akibat bahaya rokok di lingkungannya,'' katanya.
Sedangkan bagi peserta yang belum pernah mengonsumsi rokok, dia mengimbau, sebisa mungkin untuk menghindari dan jangan pernah mengonsumsi. Namun bagi yang sudah terlanjur kecanduan, lanjutnya, segera menghentikan kebiasaan merokok mulai sekarang. Terutama kalangan muda dan pelajar. Sehingga peserta yang ada diharapkan mampu menjadi pelopor generasi muda anti rokok. ''Paling tidak mampu menyampaikan informasi tentang bahaya dan kerugian akibat bahaya rokok,'' tandasnya.
Sosialisasi sendiri yang dimulai sejak Selasa (3/11) akan berlangsung selama tiga hari, berakhir pada Kamis (5/11). Untuk memperdalam wawasan dan pengetahuan tentang bahaya rokok, 100 peserta yang terbagi atas tiga kelompok tersebut akan didampingi nara sumber dari Unversitas Airlangga (Unair) Surabaya dan lembaga Psikologi Kota Mojokerto. (ris/abi) (jawapos.co.id (04/11/09) judul asli : Rokok Rugikan Kesehatan ekonomi)


0 komentar:
Poskan Komentar