Mojokerto.web.id - Di Mojokerto Abu Bakar Ba'asyir Tekankan Kerukunan. Keberadaan organisasi masyarakat (ormas), baik Nahdlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah diharapkan tetap rukun. Tidak mempersoalkan sesuatu yang tidak menjadi esensi ajaran Islam. Pasalnya, masing-masing mempunyai dalil.Demikian itu ditekankan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir disela memberikan pengajian di Masjid Al Basith, Jl Rajasanegara, Desa Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto kemarin pagi.
''Saya menekankan kerukunan antarumat Islam. Muhammadiyah dan NU harus rukun. Jangan mempersoalkan kunut atau tidak. Masing-masing ada dalilnya,'' tegasnya.
Selain itu, dia juga menegaskan seputar keharusan memahami Islam. Menurutnya, paham Islam merupakan kebutuhan pokok hidup. Tanpa paham Islam, hidup tidak ada gunanya. ''Bukan sembako. Kalau sembako itu kebutuhan perut,'' katanya.
Mendapat pengajian dari pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Jateng itu, seluruh yang hadir dalam forum pengajian Ahad Pagi terlihat antusias. Mereka konsentrasi mendengarkan setiap ungkapan yang muncul. Tak sedikit yang hadir dari luar daerah. Selain naik motor, sebagian mereka berombongan.
Tak hanya mendengarkan, dalam forum tersebut, seluruh yang hadir diberi kesempatan melontarkan pertanyaan. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik. Beberapa orang langsung berdiri dan mengajukan pertanyaan. Seluruh pertanyaan pun dijawab tegas Ustadz Abu Bakar Ba'asyir. (abi/yr) (jawapos.co.id 30/11/09)





0 komentar:
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !