MOJOKERTO - Kekuatan dua koalisi dalam perebutan kursi ketua komisi di DPRD Kabupaten Mojokerto terungkap. Koalisi yang dibangun lima fraksi dipastikan unggul. Hal itu setelah tujuh fraksi yang ada sudah menyebar seluruh anggotanya di komisi-komisi.
Koalisi tersebut terdiri dari Fraksi Partai Demokrat (FPD), FKB, Fraksi Partai Golkar, FPKS, dan Fraksi Bintang Karya Pembangunan (FBKP). Dari 24 anggota dewan yang dimiliki sudah ditempatkan di seluruh komisi. Hasilnya, mulai dari Komisi A sampai D, jumlahnya lebih banyak dibandingkan koalisi lainnya yang terdiri dari FPDIP dan Fraksi Pembaharuan. ''Penempatan anggota dewan di komisi-komisi sudah selesai. Tinggal mem-pleno-kan,'' ungkap Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Mojokerto, Nurhayati Maulydiah.
Sejauh ini, menurutnya, sebatas penempatan anggota dewan di komisi. Sebab, untuk penentuan ketua, wakil maupun sekretaris menunggu di-pleno-kan. Dan, semua itu dilakukan sendiri oleh anggota komisi. ''Ini belum menjadi produk dewan. Kami tidak berani memberitahukan semuanya. Jumat nanti akan di-pleno-kan,'' ujarnya.
Sementara itu, Ketua FBKP, Kusairin mengakui sudah menyebar seluruh anggotanya di empat komisi. Dari delapan anggotanya, dibagi rata dua orang per komisi. Termasuk dirinya yang masuk ke Komisi A. ''Untuk penempatan anggota di komisi-komisi, semuanya sudah selesai,'' katanya.
Terkait penentuan ketua, dia belum bisa memastikan. Pasalnya, masih menunggu pemilihan di internal anggota komisi. Baginya, pemilihan dilakukan dengan model apapun tidak menjadi persoalan. ''Tertutup maupun terbuka, tidak ada masalah,'' ujarnya.
Dia sendiri tak segan-segan mengakui, ada keinginan berusaha merebut kursi ketua Komisi A tersebut. ''Ya, namanya ikhtiar kan boleh-boleh saja,'' katanya.
Finalnya ploting anggota komisi itu dibenarkan, anggota dewan lain, Suminto dari Fraksi Pembaharuan. Menurutnya, fraksi yang dihuninya sudah menempatkan seluruh anggota di komisi-komisi. Dengan komposisi yang ada, pihaknya tidak berkecil hati untuk berusaha merebut kursi ketua. Yaitu, ketua Komisi B yang ditempatinya. ''Ya, saya mencalonkan. Politik kan apapun bisa terjadi. Belum tentu koalisi itu (koalisi lima fraksi) pasti menjadi ketua,'' katanya sembari mensinyalir koalisi yang dibangun lima fraksi mulai terpecah. (abi/yr)(Radar Mojokerto / http://jawapos.co.id/)





0 komentar:
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !