Beredar CD Aliran Sesat

28/10/09
Mojokerto Web - Ketenangan warga Kota Mojokerto belakangan ini terusik dengan beredarnya CD Aliran Sesat. Keberadaan sebuah compact disc (CD) yang beredar ditengah masyarakat. Sebanyak tiga keping CD berisikan ceramah agama yang disampaikan salah seorang pimpinan kelompok yang kini tinggal di salah satu kelurahan dinilai menyimpang dari ketentuan agama Islam.

Bahkan, CD tersebut saat ini sudah ditonton oleh kalangan santri Pondok Pesantren Alquran Nurul Huda di Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, kemarin. Ponpes ini bertujuan menelaah isi CD yang merekam jelas sosok pimpinan, aliran dan nama kelompok tersebut.

Pengasuh Ponpes Alquran Nurul Huda, KH Faqih Usman mengungkapkan, pihaknya sengaja memutar CD di hadapan ratusan santriwan dan santriwati lantaran isi rekaman tersebut dipandang telah menyimpang dari ajaran agama Islam. ''Kami melihat CD tersebut telah menyimpang dari yang ditentukan agama. Makanya, kita tonton bersama ini supaya santri bisa menerjemahkan mana yang benar dan mana yang salah," katanya ditemui seusai memutar CD dengan televisi berukuran besar.

Kiai yang pernah menjabat sebagai Ketua MUI Kota Mojokerto itu menuturkan, isi kaset yang didapatnya tersebut dengan jelas mempertontonkan sosok pimpinan atau kelompok berinsial AW alias AN alias MA. Sedangkan, nama kelompok yang dipimpinnya berinisial perguruan ''PSL''.

Rekaman gambar tersebut, kata Gus Faqih, MA laiknya seorang kiai atau tokoh agama dengan lantang menyampaikan sebuah ajaran yang aneh. ''Antara CD satu dengan CD yang lain isi pidato yang disampaikan berbeda. Tapi tokoh yang berpidato dalam CD itu orangnya sama," imbuhnya.

Gus Faqih menjelaskan, CD satu yang dia tonton, menggambarkan bahwa MA dengan lantang menjelaskan pada pengikutnya yang berjumlah sekitar 200 orang, bila masuk Islam hanya cukup dengan menggunakan bunga tertentu. Padahal, jelas Gus Faqih sudah jelas siapapun yang ingin memeluk agama Islam, menurut syariat harus membaca sahadat.

CD kedua, terangnya, MA yang mengenakan baju serbahitam, berkalung sorban putih dan memakai udeng kepala, menyampaikan, dalam Islam puasa Ramadan itu tidak ada. Namun, cukup diganti dengan puasa bulan Muharram atau bulan Sura antara 1 sampai 9 hari. Termasuk pengikutnya tidak berkewajiban melaksanakan ibadah salat lima waktu.

''Kalau masuk salat tidak harus melaksanakan sebagaimana yang dijelaskan dalam agama. Tapi cukup melalui kontak batin,'' tegasnya sembari menirukan perkataan MA. Tidak hanya itu, pada CD yang sama, MA yang menyampaikan sembari memegang mikrofon menyebut, kalau nabi terakhir bukanlah Nabi Muhammad SAW, akan tetapi Syech Abdul Qadir Jailani dan Syech Siti Jenar.

''Nah ini kan jelas-jelas tidak benar," tambahnya sembari diiyakan kalangan santri. Berbeda dengan ulasan ceramah agama dalam CD satu dan CD dua, pada CD ketiga, Gus Faqih mengatakan, MA secara gamblang mengakui tidak ada istilah haram bila pengikutnya ingin memakan hewan yang jelas-jelas diharamkan oleh agama Islam. Dicontohkan MA dalam CD, bila pengikutnya makan daging babi maka sifatnya seperti babi, bila makan sapi maka sifat orang tersebut juga laiknya seekor sapi.

''Dasar yang digunakan bukan atas seperti yang tertuang dalam ketentuan Alquran. Tapi lebih pada efek setelah makan hewan,'' paparnya. Atas keberadaan CD menyimpang tersebut sejauh ini pihaknya sudah menyampaikan pada Pemkot Mojokerto termasuk Polresta.

Akan tetapi agar tidak semakin mengembang dan meresahkan masyarakat, Gus Faqih lantas meminta pemkot, segera mengambil langkah tegas atas keberadaan kelompok yang biasa menjalankan aktivitasnya setiap Kamis malam Jumat Legi. Salah satunya dengan melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota untuk mencegah kelompok dan ajaran yang tidak jelas tersebut.

''MUI bisa mengajak tokoh masyarakat duduk bersama membicarakan hal ini. Bila perlu ajak sekalian MA selaku pimpinan PSL agar segera menghentikan ajaran yang dipimpinnya," tegasnya.

Sementara itu, perihal tersebut, Wali Kota Mojokerto Abdul Gani Soehartono mengaku belum menerima surat pengaduan dari MUI Pemkot. Namun, sejak satu minggu lalu, orang nomor satu di pemkot ini sudah menerima laporan tentang keberadaan aliran PSL dari Polresta.

Dimana, di wilayah Kota Mojokerto saat ini telah beredar CD menyesatkan, sekaligus menjadi lokasi MA dan para pengikutnya menjalankan aktivitas peribadatan. ''Kalau surat dari MUI saya beum baca. Tapi saya sudah mendengar atas laporan pihak kepolisian," katanya yang dihubungi terpisah.

Kendati demikian, supaya tidak menjalar dan memengaruhi masyarakat, terlebih menimbulkan gesekan, Abdul Gani menyatakan, pemkot segera menindaklanjuti laporan tersebut. Yakni, dengan merekomendasi Kesbanglinmas untuk melakukan penelusuran. ''Tentunya kita minta segera berkoordinasi dengan aparat dan tokoh agama untuk menyikapi hal ini. Agar tidak meresahkan masyarakat,'' tandasnya. (ris/yr)

dikutip dari (Radar Mojokerto/ jawapos.co.id 28/10/09 )



Bookmark and Share

Tulisan Terkait Lainnya



0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !

 
 
 

Arsip

 
Copyright © Mojokerto.web.id Oleh Cak Rohman