60 Persen Calon Kepala Sekolah Tak Kuasai IT - MOJOKERTO - Sebagian besar peserta seleksi calon kepala sekolah (cakep) SDN, SMPN dan SMAN yang digelar Dinas P dan K Kota ternyata tak melengkapi dengan skill lebih. Dari total 75 peserta sebagian besar diketahui tidak menguasai informasi teknologi (IT). Bahkan untuk sekadar mengoperasionalkan komputer atau laptop, mereka mengalami kesulitan.
Dikatakan Kabid Ketenagaan Dinas P dan K, Eniwati selama tahapan seleksi Cakep untuk semua tingkatan sekolah, memang sebagaian besar peserta minim tentang penguasaan IT. ''Dari hasil pantauan kami banyak dari peserta belum menguasai IT. Paling tidak dari total peserta, jumlahnya mencapai antara 50-60 persen,'' katanya kemarin.
Dikatakan Eni, minimnya penguasaan IT yang banyak dialami masing-masing peserta Cakep bukan hanya menyangkut operasional komputer dan laptop. Melainkan, untuk menjalankan program power point tidak lebih 40 persen yang memiliki kemampuan. Karenanya, meski bukan syarat utama dalam penentuan kelulusan peserta, namun hal itu akan berdampak pada penunjang penilaian tim seleksi (Timsel).
''Sebab penguasaan IT kami rasa sudah menjadi kebutuhan, paling tidak peserta bisa menguasai IT. Selain menjadi penunjang nilai, sudah sepatutnya kasek mengenal IT," imbuhnya.
Selama seleksi Cakep, dari total peserta, dibandingkan SMP dan SMA peluang terbanyak ada pada posisi Kasek SD, dengan total 10 kursi. Tidak heran, jika pada hari terakhir penutupan pendaftar yang ada mencapai 64 orang. Sedangkan untuk tingkat SMP dan SMA diketahui peserta yang berminat hanya ada 18 orang. Masing-masing 5 untuk SMA dan 13 untuk SMP.
Namun dari jumlah pendaftar Cakep tingkat SD, Timsel mencatat 57 orang peserta yang lolos administrasi. 7 peserta lainnya, diketahui tidak dapat memenuhi syarat. Semisal menggunakan ijazah dibawah S-1 serta tidak mampu memenuhi segala persyaratan administrasi sesuai ketentuan.
''Sebenarnya untuk golongan dan usia mereka cukup memenuhi syarat. Yaitu minimal III C dan minimal usia 30 tahun. Tapi karena terkendala ijazah dan beberapa persyaratan mereka dinyatakan gagal masuk tahapan selanjutnya," paparnya.
Sementara itu mengenai hasil tes tulis, wawancara, pemaparan (presentasi) dan pembuatan makalah, Eni mengaku saat ini Timsel belum bisa menunjukkan hasilnya. Sebab, selain tahapan tes masih menyisakan tes psikologi pada sabtu (10/10) lusa oleh tim Independen dari Unesa, Timsel baru melakukan rakapitulasi penilaian. Meliputi hasil presentasi, penulis makalah, penguasaan IT dan wawancara. ''Makanya kita belum tahu hasil dari tahapan semua tes. Paling tidak nanti setelah tes psikologi,'' tandas Eni. (ris/yr) (Radar Mojokerto/jawapos.co.id)





0 komentar:
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !