MOJOKERTO - Suasana duka mengiringi pemakaman Andhika Listiono Putra, 20, di TPU Karanglo, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Pasangan suami istri Suparti, 51, dan Haryoto, 52 beserta puluhan teman-temannya dari UGM Jogjakarta tampak larut dalam kesedihan saat peti jenazah dimasukkan ke liang lahat.
Sebelum dimakamkan, ratusan pelayat yang terdiri dari warga sekitar, serta teman-teman Andhika di UGM dan pecinta alam melakukan doa bersama di rumah duka. Rekan-rekan Andhika juga menyematkan waktu untuk salat jenazah di depan jenazah yang diletakkan di ruang tamu.
Usai melakukan doa bersama dan salat jenazah, satu per satu rekan Andika dan pihak keluarga menyempatkan diri melakukan pidato perpisahan. Lusi salah satu teman Andika menyampaikan pidato pelepasan. Lusi yang menggunakan jaket Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) UGM mengatakan kepergian Andhika memperkuat hati teman-temannya sesama pecinta alam.
''Andika tidak akan mematikan semangat Mapala,'' ungkapnya sambil menahan kesedihan. Selain Lusi, Suparno yang juga paman korban melakukan pidato perpisahan melepas kepergian Andika. ''Saya atas nama keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan semua pihak baik bantuan berupa moril maupun materiil. Tidak ada yang mengetahui hal ini akan terjadi karena ini semua pasti terjadi pada kita semua. Selamat jalan Andhika,'' ujarnya.
Perwakilan UGM Jogjakarta yang diwakili Dekan Fisipol, Dr Pratikno, mengungkapkan duka sedalam-dalamnya bagi Andika. ''Selama ini Andika adalah anak yang baik dan aktif di kegiatan pecinta alam,'' ujarnya.
Dia juga mengungkapkan, saat berangkat ke Semeru, aktivitas perkuliahan memang sedang libur. ''Saat itu memang libur, tiba-tiba saya mendengar ada mahasiswa saya yang tersesat di Semeru,'' ucapnya.
Pelepasan jenazah akhirnya dilakukan oleh Wali Kota Abdul Gani Soehartono. Sebelumnya, Abdul Gani mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas kepergian Andhika. ''Sepengetahuan saya dia anak yang baik dan aktif di kegiatan karang taruna. Umur, lahir sudah ada yang menentukan,'' ungkapnya.
Jenazah lalu dimakamkan di TPU yang berjarak 500 meter dari rumah duka. Kedua orang tua serta teman-teman Andhika terlihat saling menenangkan diri dengan berpelukan saat jenazah anak pertamanya masuk ke liang lahat. Peti jenazah dihiasi renda berwarna putih dengan gambar salib. Nyanyian dan doa dipanjatkan saat acara pemakaman yang berlangsung kurang lebih 30 menit. (ang/yr)
dikutp dari radar mojokerto





0 komentar:
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !