MOJOKERTO - Dinkes Kabupaten Mojokerto menyatakan status kejadian luar biasa (KLB) kasus penularan AH1N1, pembawa penyakit flu babi. Status ini ditetapkan kemarin menyusul ditemukannya dua siswa SMPN I Ngoro yang positif terinfeksi virus AH1N1.
Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto, dr Noer Windijantoro mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan secara lisan dari balai laboratorium daerah di Surabaya terkait hasil sampel siswa-siswa yang terkena flu itu. ''Saya dihubungi melalui telepon semalam (minggu malam, Red) kalau dua siswa dari sepuluh sampel yang diambil darahnya ternyata positif terkena virus AH1N1,'' ujarnya.
Sebelumnya, menurut Noer, pihak Dinkes memang melakukan pemeriksaan terhadap 10 siswa dari SMPN I dan SMPN II Ngoro untuk diambil darahnya pada Sabtu (8/8) lalu. ''Setelah diperiksa, yang 8 negatif, sedangkan 2 siswa positif flu babi,'' ujarnya.
Kedua siswa tersebut masing-masing berinisial Tr dan Ib. Keduanya adalah siswa kelas VIII. ''Setelah mendapat kabar tersebut, kami langsung koordinasi dengan dinas pendidikan dan juga pihak sekolah untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya,''ujarnya.
Noer beserta staf Dinkes kemudian melakukan pemeriksaan terhadap siswa SMPN I Ngoro. Dua siswa yang terjangkit AH1N1 lalu dirujuk ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari untuk penanganan lebih lanjut. ''Tadinya saya ingin membawa keduanya ke RSU dr Soetomo Surabaya, tapi karena kondisi keduanya membaik akhirnya dibawa ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari,'' terangnya.
Noer memperkirakan, kedua siswa ini sudah satu minggu terjangkit virus AH1N1. ''Mungkin sejak Rabu (5/8) lalu, karena hari Selasa (4/8) puskesmas melakukan pemeriksaan rutin. Menurut pengakuannya, mereka sudah minum obat flu dan sekarang sudah agak membaik,'' terangnya.
Dengan adanya dua siswa yang positif terjangkit virus AH1N1 ini, Dinkes langsung menyatakan Kabupaten Mojokerto berstatus KLB. ''Saat ini, kami memang telah mengumumkan status KLB,'' tegasnya.
Menurutnya, keputusan peningkatan status tersebut juga dimaksudkan agar upaya penanganan bisa berjalan secara optimal. Dalam upaya tersebut, lanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan satuan kerja (satker) lintas sektor yang meliputi Dinkes, Dishub, Diknas, dan Dinas Peternakan.
Nur mengungkapkan, meski ditetapkan berstatus KLB, masyarakat diminta tidak perlu khawatir. ''Virus flu babi tidak mematikan seperti flu burung, tapi masyarakat hanya diminta waspada karena penularan virus ini sangat cepat,'' terangnya.
Disamping itu, Dinkes juga akan membagikan masker ke tiap-tiap sekolah sebagai langkah pencegahan penularan virus AH1N1. Sedangkan untuk biaya perawatan dua siswa yang terjangkit AH1N1 di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari akan ditanggung Pemkab Mojokerto.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Muhammad Talqin mengimbau kepada setiap sekolah untuk terus berkoordinasi dengan puskesmas terdekat. ''Kalau ada guru atau siswa yang terkena flu agar dilaporkan kepada puskesmas terdekat sehingga bisa dideteksi secara dini,'' ujarnya.
Untuk di SMPN I Ngoro yang dua siswanya positif AH1N1, Talqin juga meminta untuk tidak melakukan kegiatan di luar sekolah seperti kemah atau kegiatan menjelang Agustusan. (ang/yr)
dikutip dari radar mojokerto [ Rabu, 12 Agustus 2009 ]





0 komentar:
Poskan Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Untuk Berita Mojokerto Di Atas. Terima Kasih !